Home
Login.
Artikelilmiahs
24025
Update
ARIGHI RAKA PRIATAMA
NIM
Judul Artikel
PENGEMBANGAN SNACK BAR TEPUNG GARUT DAN TEPUNG TALAS YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG JANTUNG PISANG KEPOK SEBAGAI MAKANAN SELINGAN PASIEN DIABETES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang memiliki salah satu gejala sering merasa lapar, cara mengatasi rasa lapar tersebut dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat. Tepung jantung pisang merupakan salah satu pangan tinggi serat selain itu tepung garut serta tepung talas merupakan bahan pangan yang memiliki nilai indeks glikemik yang rendah, Ketiga bahan pangan tersebut dapat dijadikan produk pangan baru tinggi serat yaituSnackbar. Snackbar ini ditujukan untuk camilan pasien diabetes dengan serat yang tinggi diharapkan rasa lapar pasien akan berkurang dan tidak akan menambah berat badan yang dapat memperburuk kondisi pasien. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji terdiri dari 2 faktor yaitu : proporsi tepung garut : tepung talas (P, b/b), 70:30 (P1); 60:40 (P2) dan suplementasi tepung jantung pisang (T) sebanyak 10% (T1); 20% (T2); dan 30% (T3) dari total tepung. Terdapat 6 kombinasi perlakuan yang diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Variabel kimia dianalisis menggunakan uji F (95%) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%, sedangkan variabel organoleptik dianalisis dengan uji Friedman dan dilanjutkan dengan Uji Banding Ganda 5%. Perlakuan terbaik dianalisis menggunakan Indeks Efektivitas.Snackbar terpilih dari 6 perlakuan yang dilakukan yaitu perlakuan P2T1 dengan perbandingan 60% tepung garut dan 40% tepung talas dengan suplementasi 10% yang menyumbangkan 2922,6 kkal, kadar air 25,2 %bb; kadar abu 1,388%bb; lemak 6,6%bb; protein 2,83%bb; karbohidrat58,1%; dan total serat pangan 14,3%; warna 3,5 (coklat terang); tekstur 2,6 (kurang patah); aroma 2,3 (kurang langu); rasa 2,6 (kurang manis); dan kesukaan 2,7 (kurang suka). Akan tetapi secara organoleptik masih kurang disukai.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Diabetes is a degenerative disease which feeling hungry easily as its symtoms, a way to overcome the hunger is consuming high-fiber foods. Banana bud flour is a food which has high fiber and arrowroot flour aslo taro flour is a food that has low glycemic index. All of the ingredients can be used as a new high-fiber food products which is snackbar. This snackbar is developed for diabeteic patients with this high-fiber snack bar the patient’s hunger will decrease which can worsen the patient’s condition. The study used Randomized Group Design (RGD). Factors tested consisted of 2 factors, namely: the proportion of arrowroot flour: taro flour powder (P, b / b), 70:30 (P1); 60:40 (P2) and banana bud flour supplementation (T) of 10% (T1); 20% (T2); and 30% (T3) of total flour. There were 6 treatment combinations repeated 4 times to obtain 24 units of experiment. The chemical variables were analyzed using F test (95%) and followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5%, while the sensory variables were analyzed by Friedman test and continued with the 5% Dual Appeal. The best treatment was analyzed using the Effectiveness Index.The chosen foodbar from 6 treatments was P2T1 with 60% arrowroot flour and 40% taro flour with 10% banana bud suplementation which contributed 2922.6 kcal, water content 25.2% bb; ash content 1.388% bb; 6.6% fat bb; protein 2.83% bb; carbohydrates 58.1%; and total food fiber 14.3%; color 3.5 (light brown); texture 2.6 (less broken); aroma 2,3 (less direct); taste 2.6 (less sweet); and favorite 2.7 (less like). However, organoleptically it is still less preferred.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save