Home
Login.
Artikelilmiahs
23967
Update
WAHYU DWI ADE NUGROHO
NIM
Judul Artikel
USAHATANI CABAI MERAH KERITING DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI KECAMATAN KALIKAJAR KABUPATEN WONOSOBO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecamatan Kalikajar merupakan salah satu sentra penghasil cabai merah keriting di Kabupaten Wonosobo. Hasil produksi dan produktivitas cabai merah keriting di daerah tersebut masih fluktuatif sehingga diperlukan strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Masalah tersebut dapat mempengaruhi pendapatan yang diterima petani cabai merah keriting. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui total penerimaan, biaya produksi dan keuntungan usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Kalikajar, 2) mengetahui rasio total penerimaan terhadap total biaya produksi (R/C) pada usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Kalikajar, 3) mengetahui strategi pengembangan usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Kalikajar. Pengambilan data dilaksanakan di Kelurahan Kalikajar, Desa Kalikuning, Desa Karangduwur, Desa Kembaran, Desa Maduretno, dan Desa Rejosari Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo pada tanggal 1 November Tahun 2017 sampai dengan 18 Januari Tahun 2018. Penentuan tempat dilakukan secara sengaja (purposive). Penentuan jumlah responden menggunakan metode simple random sampling diperoleh sebanyak 37 responden petani cabai merah keriting, satu responden Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo dan satu responden PPL Kecamatan Kalikajar. Metode analisis yang digunakan yaitu: 1) Analisis Biaya, Penerimaan dan Pendapatan, 2) Analisis Kelayakan, 3) Analisis Strategi Pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan rata-rata luas lahan garapan seluas 0,315 hektar mendapat penerimaan sebesar Rp30.395.675,68 dengan total biaya produksi sebesar Rp13.460.067,62 sehingga memperoleh keuntungan usahatani sebesar Rp16.935.608,05 per musim tanam. Nilai total penerimaan dan total biaya tersebut menghasilkan nilai R/C sebesar 2,26. Alternatif strategi yang dapat diterapkan pertama dalam usahatani cabai merah keriting adalah dengan melakukan pembinaan, pelatihan khusus dan sosialisi kepada petani oleh Dinas Pertanian dan Lembaga Penelitian secara intensif agar petani dapat memanfatkan sumber daya yang ada pada petani dan lingkungan usahatani cabai merah keriting, dengan jumlah nilai total daya tarik sebesar 5,710.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kalikajar Sub.district is one of production centers curly red chili in Wonosobo Regency. Production and productivity of curly red chili in Kalikajar Sub.district still fluctuating so a strategy is needed to resolve the problem. This problem can affect the income received by curly red chili farmers. This research aims to: 1) find out total revenue, production cost and profit of curly red chili farming in Kalikajar Subdistrict, 2) find out the ratio of revenue total production costs (R/C) of curly red chili farming in Kalikajar Sub.district, 3) find out strategy of developing curly red chili farming in Kalikajar Sub.district. Data collection was carried out in Kalikajar Village, Kalikuning Village, Karangduwur Village, Kembaran Village, Maduretno Village, and Rejosari Village, Kalikajar Sub.district, Wonosobo Regency on November 1, 2017 until January 18, 2018. Determination of the place is done purposeful. Determination of the number of respondents using simple random sampling method obtained by 37 respondents of red curly chili farmers, one respondent from the Wonosobo Regency Agriculture Office, one respondent from the Kalikajar Sub.district PPL. Analiysis of the method used: 1) cost, revenue and revenue analysis, 2) Appropriateness analysis, 3) development strategy analysis. The results showed that with an average area of arable land covering an area of 0.315 hectares received revenue of Rp30,395,675.68 with a total production cost of Rp13,460,067.62 so as to obtain farming profits of Rp16,935,608.05 per planting season. The total value of revenue and total costs resulted in a R / C value is 2.26. Alternative strategy that can be applied first in farming curly red chili is to do training, special training and socialization to farmers by the Department of Agriculture and Research Institutions intensively so that farmers can utilize the resources available to farmers and the curly red chili farming environment with the total value attraction of 5,710.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save