Home
Login.
Artikelilmiahs
23964
Update
FRIZKA ADITYA PRADANA
NIM
Judul Artikel
PERAN PENDAMPING PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Dalam pelaksanaan PKH terdapat pendamping yang merupakan aktor penting dalam mensukseskan program PKH. Pendamping PKH merupakan sumber daya manusia yang direkrut dan dikontrak kerjakan yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial sebagai pelaksana pendampingan di tingkat kecamatan. Keberhasilan PKH dipengaruhi oleh implementasi pemberdayaan masyarakat miskin dan peran pendamping. Di Kecamatan Cilongok merupakan kecamatan yang terbanyak penerima bantuannya dan juga untuk pendampingnya juga terbanyak. Oleh karenanya pendamping disini harus berperan aktif untuk mengentas kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan agar masyarakat terberdayakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Peran Pendamping Program Keluarga Harapan Dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin Di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, sasaran penelitian yaitu pendamping UPPKH Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dan masyarakat penerima bantuan Program Keluarga Harapan. Teori yang digunakan Mengacu pada Ife (1995:118) dalam Edi Suharto (2009: 296) tentang peran pendamping pemberdayaan masyarakat. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian secara umum menunjukan Peran pendamping masyarakat melalui Program Keluarga Harapan (PKH), adalah peran seseorang yang menjadikan dirinya sebagai mediator, fasilitator, pendidik, pemungkin, sekaligus sebagai perwakilan bagi masyarakat yang mengupayakan agar masyarakat sebagai anggota/peserta PKH bisa berdaya untuk membangun hidup mereka dari kemiskinan (problem) hidup secara mandiri. Pendamping, juga dituntut tidak hanya mampu menjadi manajer perubahan yang mengorganisasi kelompok masyarakat, melainkan mampu pula untuk melaksanakan tugas-tugas teknis sesuai dengan keterampilan dasar seperti : melakukan analisis sosial, mengelola dinamika kelompok (masyarakat), menjalin relasi, bernegosiasi, berkomunikasi, memberi konsultasi, dan mencari serta mengatur sumber dana.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Facilitators are very importat for a successful Program Keluarga Harapan (PKH) implementation. They are recruited and hired by the Ministry of Social Affairs with role as implementer assistance at the sub-district level. The success of PKH is influenced by empowering the poor community and the role of facilitators. In Cilongok Subdistrict have the largest number of recipients of assistance and the facilitators. Therefore the facilitators here must play an active role in alleviating poverty through the PKH so that the community will be empowered. Accordingly, the purpose of this study was to describe the role of the PKH facilitators in Empowering the Poor in the Cilongok, Banyumas Regency. The research method used is a qualitative while the research has be done in Cilongok Subdistrict, Banyumas Regency. The research target was the UPPKH facilitator in Cilongok Subdistrict, Banyumas Regency, and the community who received the Program Keluarga Harapan. Moreover, the research adopted theory from Ife about the role of facilitator in community empowerment. The technique of selecting informants in this study used purposive sampling and snowball sampling techniques. Generally, the results of the study is the role of community facilitator through the Program Keluarga Harapan (PKH), is the role of someone who makes himself a mediator, facilitator, educator, enabling, as well as a representative for the community who strive so that the community as PKH members / participants can be empowered to build a life they are from poverty (problem) living independently. facilitator is also required not only to be a manager of change who organizes community groups, but also able to carry out technical tasks in accordance with basic skills such as: conducting social analysis, managing group dynamics (community), establishing relationships, negotiating, communicating, consulting , and search for and manage funding sources.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save