Home
Login.
Artikelilmiahs
23868
Update
RADIK ALVIAN IRDIANSYAH
NIM
Judul Artikel
KOALISI PARTAI AMANAT NASIONAL DAN PARTAI KEBANGKITAN BANGSA DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2015
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses koalisi Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kebumen tahun 2015, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi koalisi ini serta keharmonisan koalisi pasca Pilkada. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma non-positivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa proses koalisi ini dimotori oleh PAN dan PKB. Berawal dari pandangan yang sama tentang pentingnya ukhuwah islamiyah di Kebumen. Selain PAN dan PKB, dalam koalisi ini juga tergabung partai lain yakni Gerindra dan Demokrat. Gerindra dan Demokrat bergabung karena tidak memiliki calon untuk maju di pilkada.Faktor internal dari terbentuknya koalisi ini adalah sikap pragmatis dari partai politik. Sikap tersebut ditunjukkan dengan dalam memilih calon bupati dan wakil bupati yang dianggap memiliki massa serta materi yang banyak. Faktor eksternal dari koalisi ini adalah untuk memenuhi syarat minimal 20% kursi untuk mengusung pasangan calon.Selain itu, koalisi ini dibentuk untuk membentuk image bahwa koalisi ini adalah koalisi yang besar dan kuat.Pasca pilkada selesai, koalisi ini memenangkan pilkada.Perpecahan mulai terjadi di dalam tubuh koalisi ini. Keharmonisan antara ormas NU dan Muhammadiyah mulai merenggang begitu pun dengan partai-partai di dalam koalisi ini. Hal ini dikarenakan Bupati terpilih yakni Yahya Fuad yang merupakan tokoh Muhammadiyah lebih dekat dengan PAN dan ormasnya dibanding dengan partai lain. Partai-partai lain merasa tidak diperhatikan lagi setelah Bupati dilantik.Bahkan keharmonisan bupati dengan wakil bupati Yazid Mahfudz pun mulai merenggang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research article aims to explain the coalition process of the Partai Amanat Nasional and Partai Kebangkitan Bangsa in the 2015 Election of Regional Head of Kebumen Regency, what factors influence this coalition and the harmony of the post-Pilkada coalition. By using qualitative methods and a case study approach in the frame of the structuralist perspective and paradigm of non-positivism, the results of the study reveal that this coalition process was driven by PAN and PKB. Starting from the same view about the importance of ukhuwah Islamiyah in Kebumen.In addition to PAN and PKB, in this coalition also joined other parties namely Gerindra and Democrats. Gerindra and Democrats joined in because they did not have candidates to advance in the elections. The internal factor of the formation of this coalition is the pragmatic attitude of political parties. This attitude is shown by choosing candidates for regents and deputy regents who are considered to have a lot of mass and material. The external factor of this coalition is to fulfill the requirement of a minimum of 20% of seats to carry the candidate pairs. In addition, this coalition was formed to shape the image that this coalition is a large and powerful coalition. After the election was over, this coalition won the regional election. Disunity began to occur within the coalition's body. The harmony between the Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah organizations began to deteriorate even so with the parties in this coalition. This is because the elected Regent is Yahya Fuad who is a Muhammadiyah figure closer to PAN and his mass organizations compared to other parties. Other parties felt that they were not cared for after the Regent was installed. Even the regent's harmony with the deputy regent Yazid Mahfudz began to stretch.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save