Home
Login.
Artikelilmiahs
23850
Update
HESTI SETIANINGSIH
NIM
Judul Artikel
HIPERREALITAS DALAM IKLAN “AKU INGIN PINDAH KE MEIKARTA”
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Persaingan iklan properti di televisi yang semakin ketat menjadikan para produsen iklan bersaing dengan mengikuti keinginan audiens. Konstruksi keinginan dalam iklan postmodern dibuat melalui dunia semu yang diimplementasikan dalam bentuk citra. Dalam budaya postmodern, iklan televisi mampu untuk mengkonstruksi realitas melalui pesan dalam iklan yang ditampilkan. Dari sanalah, sangat memungkinkan bagi iklan melakukan penggambaran hiperrealitas untuk memenangkan persaingan tersebut sekaligus menjawab keinginan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis makna tanda dalam iklan “Aku Ingin Pindah ke Meikarta” dan mengetahui hiperrealitas yang terdapat dalam tanda-tanda tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Hiperrealitas Jean Baudrillard untuk menjadi landasan atas permasalahan iklan properti di televisi yang seringkali mengkonstruksi keinginan audiens dalam bentuk “dunia mimpi”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis Semiotika Charles S. Peirce untuk memaknai tanda-tanda dalam iklan Meikarta versi “Aku Ingin Pindah ke Meikarta”. Berdasarkan analisis Peirce, pemaknaan tanda dilakukan melalui segitiga pemaknaan (representamen, objek, dan interpretan). Hasil yang bisa ditarik dari penelitian ini, yaitu melalui analisis tanda yang dikaji berupa potongan scene dalam bentuk gambar serta latar audio ialah iklan ini memainkan emosi audiens yang diwujudkan dalam bentuk kecemasan serta kehidupan idaman yang diamplifikasi. Iklan ini telah menggambarkan kondisi hiperrealitas melalui teknologi simulasi dalam mewujudkan imaji akan hunian ideal yang hanya bisa ditemui di Meikarta.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The competition among property advertisements on TV are getting tighter so the producers of each ads compete to satisfy desires of audience. The construction of desires in postmodern ad is through a pseudo world which implemented in it’s image. In postmodern culture, TV ad is able to construct the reality through the messages in it. Hence, it’s very possible for ads to draw hyperreality to win the competition and to fulfill audience’s desire. This research aims to find out and to analyze the meaning of the signs in "Aku Ingin Pindah ke Meikarta" advertisement and to know the hyperreality contained in those signs. This research used theory of Hyperreality by Jean Baudrillard to be guidance of the problem of property ads on television which often constructs audience’s desires in the form of "dream world". This research used qualitative semiotic analysis of Charles S. Peirce to translate the meaning of the signs in the ad of "Aku Ingin Pindah ke Meikarta". According to Peirce, the meaning of sign sets on triangle of meaning (sign, object, and interpretant). The results showed from the signs analysis of scenes and its audio is this ad plays with audience’s emotions then manifested in form of anxiety and dream life that amplified. This ad has reflected the hyperreality conditions through simulation technology in creating the ideal residential image that can be found in Meikarta.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save