Home
Login.
Artikelilmiahs
23444
Update
ATHIYATUN NI`MAH
NIM
Judul Artikel
KERAGAMAN GENETIK JERUK MANDARIN (Citrus nobilis L.) LOKAL INDONESIA MENGGUNAKAN MARKA SIMPLE SEQUENCE REPEAT (SSR)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan: (1) mengkaji primer-primer SSR yang dapat digunakan dalam analisis keragaman genetik jeruk mandarin, (2) mengkaji keragaman genetik jeruk mandarin lokal di Indonesia menggunakan marka SSR, (3) mengkaji hubungan kekerabatan jeruk-jeruk mandarin lokal di Indonesia menggunakan marka SSR. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Januari sampai Juli 2018 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Sebanyak 17 varietas jeruk mandarin dikoleksi dari sejumlah tempat, yaitu dari kebun jeruk Limpakuwus, Kaligua-Brebes dan Balitjestro-Jawa Timur. Sampel tersebut diekstraksi DNAnya dengan metode Doyle-doyle. Sejumlah 32 alel berhasil didapatkan dari 5 primer SSR yang digunakan, dengan jumlah rata-rata alel per lokus 6,4 dan rata-rata nilai PIC 0,6. Berdasarkan hasil rekonstruksi pohon filogenetik terdapat 4 kelompok jeruk Mandarin. Kelompok 1 terdiri atas sub kelompok a (keprok Tawangmangu, keprok Madura, keprok Gayo, keprok Brasitepu, dan keprok Trigas), sub kelompok b (keprok Selayar dan siam Pontianak), sub kelompok c (keprok Purwokerto), sub kelompok keprok Borneo prima dan sub kelompok f (siam Simadu dan siam Banjar). Kelompok 2 terdiri atas keprok Grabag dan manis Pacitan. Kelompok 3, yaitu keprok Kintamani. Kelompok 4 terdiri atas keprok Tejakula, keprok Soe dan keprok Kacang. Jeruk yang berasal dari pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Jawa terkumpul pada satu grup, sehingga dimungkinkan memiliki tetua yang sama yang kemudian tersebar di pulau-pulau tersebut, sedangkan untuk daerah Bali dan NTT terpisah pada garis yang berbeda. Kata kunci: keragaman genetik, jeruk mandarin Indonesia, primer SSR.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research had purposes: (1) to examine SSR marker in genetic diversity analysis of mandarin citrus, (2) to examine the genetic diversity of Indonesian local mandarin citrus based on SSR markers, (3) to examine the relationship of Indonesian local mandarin citruses based on SSR markers. This research was conducted in January until July 2018 in Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. Seventeen samples of mandarin citrus are collected from several places, the citrus field in Limpakuwus Kaligua-Brebes and Balitjestro-east Java. The samples are extracted their DNA by the Doyle-Doyle method. A total of 32 alleles were detected from 5 SSR markers with an average 6,4 per locus and an average polymorphism information content of 0,6. Based on the reconstruction of the phylogenetic tree, there were four groups of mandarin citrus. Group 1 consist of subgroup a (keprok Tawangmangu, keprok Madura, keprok Gayo, keprok Brasitepu, and keprok Trigas), subgroup b (keprok Selayar dan siam Pontianak), subgroup c (keprok Purwokerto), subgroup keprok Borneo prima, and subgroup f (siam Simadu dan siam Banjar). Group 2 consist of keprok Grabag and manis Pacitan. Group 3 was keprok kintamani. Group 4 consist of keprokTejakula, keprok Soe and keprok Kacang. The citrus from Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, and Java were in one group, so that they might have the same ancestor and widespread on that islands. On the other hand, the citrus from Bali and NTT were separated into another group.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save