Home
Login.
Artikelilmiahs
23314
Update
HILDAYANTI MUSTIKASARI
NIM
Judul Artikel
Aktivitas Antibakteri Protein Hidrolisat Hasil Hidrolisis Susu Kambing Peranakan Etawa Menggunakan Ekstrak Kasar Bromelin Bonggol Nanas Madu (Ananas comosus L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Susu kambing merupakan salah satu bahan pangan bernutrisi tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan. Susu mengandung peptida bioaktif yang dapat dihasilkan melalui proses hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri protein hidrolisat yang dihasilkan dari proses hidrolisis protein susu kambing peranakan etawa dengan menggunakan ekstrak kasar bromelin nanas madu. Isolasi bromelin dari bonggol dilakukan untuk mendapatkan ekstrak kasar bromelin. Ekstrak kasar bromelin selanjutnya dikarakterisasi pada berbagai kondisi suhu, pH, konsentrasi substrat serta pengaruh EDTA dan ion logam yang meliputi ion Ca2+, Mg2+, Cu2+, Zn2+, Hg2+, Ni2+, Na+, dan Co2+. Hasil karakterisasi menunjukkan ekstrak kasar bromelin bonggol nanas madu optimum pada suhu 50 oC, pH optimum 7 dan KM 18,86 mg/mL Vmaks 14,92 U/mL. Penambahan ion logam (10-2 mM) Na2+, Mg2+, Ca2+ bertindak sebagai aktivator, sedangkan penambahan ion Ni2+, Zn2+, Cu2+, Co2+, Hg2+ serta EDTA bertindak sebagai inhibitor. Hidrolisis protein susu kambing dilakukan menggunakan ekstrak kasar bromelin pada kondisi optimum dengan variasi waktu inkubasi 30, 45, 60, 75 dan 90 menit. Penghentian hidrolisis dilakukan dengan pemanasan 80 °C selama 15 menit untuk selanjutnya hidrolisat dipasteurisasi. Sampel protein hidrolisat yang telah dipasteurisasi diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi sumuran. Kasein dan whey yang sudah terhidrolisis sama-sama menghasilkan zona hambat terhadap pertumbuhan Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Nilai konsentrasi hambat tumbuh minimum kasein waktu inkubasi 75 menit dan whey waktu inkubasi 60 menit pada konsentrasi 5 ppm terhadap bakteri Escherichia coli dengan diameter zona hambatnya masing-masing sebesar 0,55 mm dan 0,54 mm. Nilai konsentrasi hambat tumbuh minimum kasein waktu inkubasi 60 menit dan whey waktu inkubasi 45 menit pada konsentrasi 10 ppm untuk bakteri Staphylococcus aureus diameter zona hambatnya masing-masing sebesar 0,32 mm dan 0,31 mm.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Goat milk is one of the high nutritional foods that are beneficial to health. Milk contains bioactive peptides that can be produced through the process of hydrolysis. This study aims to determine antibacterial activity of hydrolysate protein produced from hydrolysis process of Etawa goat milk using bromelin crude extract from pineapple. The bromelin crude extract then characterized including determination of optimum temperature, optimum pH, KM and Vmaks value, the effect addition of EDTA and metal ions ie Ca2+, Mg2+, Cu2 +, Zn2+, Hg2+, Ni2+, Na+, and Co2+. The results showed that the bromelin crude extract has optimum temperature at 50 oC, optimum pH 7 KM 18,86 mg/mL and Vmaks 14,92 U/mL. The addition of metal ions (10-2 mM) Na2+, Mg2+, Ca2+ increasing the activity, meanwhile the addition of Ni2+, Zn2+, Cu2+, Co2+, Hg2+, EDTA decreasing the activity. The hydrolysis process is carried out on the variation of incubation time ie 30, 45, 60, 75 and 90 minutes, then stopped by heating at 80 °C for 15 minutes to be pasteurized. The pasteurized protein hydrolysate then assayed for its antibacterial activity using well diffusion method. The result of antibacterial activity test showed that casein and whey has antibacterial activity againts Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value against Escherichia coli for casein at 75 minutes and whey at 60 minutes incubation time is 5 ppm with clear zone diameters is 0.55 mm and 0.54 mm. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value against Staphylococcus aureus for casein at 60 minutes and whey at 45 minutes incubation time is 10 ppm with clear zone diameters is 0.32 mm and 0.31 mm.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save