Home
Login.
Artikelilmiahs
23157
Update
MUHAMMAD ILHAM FAHMI
NIM
Judul Artikel
DAYA ANTIBAKTERI LENDIR PERMUKAAN TUBUH GURAMI (Osphronemus gouramy) YANG DIPELIHARA DALAM SISTEM BIOFLOK MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR MEP+ DENGAN PERIODE PEMELIHARAAN BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Daya antibakteri merupakan kemampuan senyawa yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri dengan mengganggu metabolisme bakteri. Ikan memiliki mekanisme dalam pertahanan terhadap bakteri patogen lingkungan salahsatunya dengan mensekresikan lendir permukaan tubuh. Lendir permukaan tubuh ikan seperti ikan gurami merupakan pertahanan non spesifik ikan terhadap mikroba yang terdapat di perairan. Lendir tersusun atas beberapa senyawa biokimia seperti komplemen, lektin, lisozim, Protein C-reaktif dan peptida antimikroba. Ikan Gurami merupakan salah satu komoditas unggulan pada budidaya ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, dapat mencapai ukuran besar dan memiliki pertumbuhannya lambat namun ikan gurami rawan terhadap penyakit. Pengendalian penyakit bakterial pada ikan dapat dilakukan dengan pemeliharaan ikan dalam sistem bioflok menggunakan probiotik Mikroba Efektif Produtif (MEP+). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan data dianalisis dengan uji ANOVA, apabila ada perbedaan antar perlakuan diuji lanjut dengan uji LSD.Hasil penelitian menunjukkan rerata diameter zona hambat yang terbesar terhadap M. fortuitum yaitu 9,375 ± 0,63 mm pada perlakuan pemberian pakan MEP+ dengan periode pemeliharaan selama 2 minggu sedangkan rerata diameter zona hambat yang terbesar terhadap pertumbuhan P. aeruginosa yaitu 9 ± 0,82 mm pada perlakuan pemberian pakan MEP+ dengan periode pemeliharaan selama 2 minggu. Pemeliharaan gurami dalam sistem bioflok menggunakan biaktivator MEP+ berpengaruh terhadap daya antibakteri lendir permukaan tubuh gurami terhadap M. fortuitum dan P. aeruginosa dan periode optimal pemeliharaan gurami dalam sistem bioflok menggunakan bioaktivator MEP+ yang memberikan daya antibakteri terhadap M. fortuitum dan P. aeruginosa adalah 2 minggu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Antibacterial power is the ability of compounds used to kill or inhibit bacterial growth by disrupting bacterial metabolism. Fish has a mechanism in its defense against the pathogenic bacteria of its environment by secreting the surface mucus of the body. Fish surface mucus such as gouramy fish is a non-specific defense of fish against microbes contained in the waters. Mucus is composed of several biochemical compounds such as complement, lectin, lysozyme, C-reactive protein and antimicrobial peptides. Gurami fish is one of the leading commodities in freshwater fish culture which has high economic value, can reach big size and have slow growth but gouramy fish is prone to disease. The control of bacterial diseases in fish can be done with the maintenance of fish in bioflok system using probiotics Mikroba Efektif Produktif (MEP+). The experimental study was conducted with Rancangan Acak Lengkap (RAL) consisting of 4 treatments and 4 replicates of data were analyzed by ANOVA test, if there were differences between the treatments tested further with the test. The results showed that the highest diameter zone inhibition to M. fortuitum was 9.375 ± 0,63 mm in the feeding treatment of MEP+ with a maintenance period of 2 weeks while the mean diameter of the inhibit zone was greatest to the growth of P. aeruginosa is 9 ± 0,81 mm in the treatment of MEP+ feed with maintenance period for 2 weeks. The maintance of gouramy in biofloc system using bioactivator MEP+ influential to antibacterial power surface mucus of gouramy against M. fortuitum and P. aeruginosa and optimal period of gouramy maintenance in biofloc system using bioactivator MEP+ gives resistor to growth of bacterium M. fortuitum and P. aeruginosa is 2 weeks.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save