Home
Login.
Artikelilmiahs
23093
Update
AYU NURHAENI
NIM
Judul Artikel
IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN DAN INDEKS KEMATANGAN GONAD IKAN KURAU (Filimanus perplexa feltes, 1991) DI PPI TANJUNGSARI PEMALANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ikan Kurau (Filimanus perplexa) merupakan salah satu jenis ikan ekonomis di Indonesia yang banyak ditemukan di PPI Tanjungsari Pemalang. Penangkapan yang terus menerus tanpa adanya usaha budidaya dapat menyebabkan overfishing. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah konservasi. Dalam upaya konservasi tersebut diperlukan beberapa informasi biologi, diantaranya adalah tentang dimorfisme seksual ikan Kurau yang belum diketahui. Dimorfisme seksual adalah karakter morfologi yang dapat digunakan untuk membedakan antara ikan jantan dan betina. Perbedaan karakter morfologi antara ikan jantan dan betina dapat dilihat melalui teknik truss morphometrics. Selain dimorfisme seksual, untuk karakterisasi ikan Kurau jantan dan betina diperlukan juga karakter meristik dan Indeks Kematangan Gonad. Kajian tentang karakter truss morphometrics, meristik dan Indeks Kematangan Gonad pada ikan Kurau masih sangat terbatas, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membedakan ikan Kurau jantan dan betina menggunakan teknik truss morphometrics dan karakter meristik serta Indeks Kematangan Gonad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Sebanyak 90 sampel ikan Kurau diambil secara acak dari PPI Tanjungsari Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter truss mophometrics yang menjadi pembeda ikan Kurau jantan dan betina terletak pada bagian posterior tubuh, pada ikan jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih panjang dan lebar dibandingkan ikan betina. Karakter meristik tidak dapat menjadi pembeda antara ikan Kurau jantan dan betina. Nilai indeks kematangan gonad ikan Kurau jantan selama penelitian berkisar antara 0,18-1,43% dan ikan Kurau betina antara 0,04-3,11 %. Nilai koefisiensi determinasi menunjukkan bahwa antara panjang tubuh dengan tingkat kematangan gonad memiliki hubungan yang lemah, panjang tubuh hanya dapat mempengaruhi pertambahan tingkat kematangan gonad sebesar 16,7%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Ikan Kurau (Filimanus perplexa) is one of the economical fish species in Indonesia which can found the most in PPI Tanjungsari Pemalang. Continuous catching without cultivation can lead overfishing. Therefore, the need for conservation measures. in the conservation effort is needed some biological information, including the Kurau fish dimorphism which is unknown. Sexual dimorphism is a morphological character that can be used to distinguish between male and female fish. The differences in morphological characters between male and female fish can be seen through the truss morphometrics technique. In addition to sexual dimorphism, for the characterization of male and female Kurau fish, a meristic character and gonado somatic index are also needed. The research of truss morphometrics character, meristic and gonado somatic index in Kurau fish is still very limited, therefore the research is need to distinguish male and female Kurau fish using truss morphometrics techniques and meristic character and also gonado Somatic Index. The method used in this research is survey. Kurau fish samples obtained from PPI Tanjungsari Pemalang counted 90 samples. Research result showed that character truss morphometrics which distinguish male and female Kurau fish located at part posterior body. Meristic characters can not be a distinction between male and female Kurau fish.The index value of gonado somatic index in male Kurau fish ranged between 0,18-1,43% and female kurau during experiment between 0,04-3,11%. The value of coefficient determination showed that between the lenght of the Stage of Gonado Mature (SGM) have a weak correlation, the lenght can influence the growth of the Stage of Gonado Mature in the amount of 16,7%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save