Home
Login.
Artikelilmiahs
23086
Update
DWI WINDAYANI
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman Rayap (O:Isoptera) pada Ekosistem Hutan Pinus dan Damar di Ketinggian 800 m dpl Lereng Barat Gunung Slamet KPH Pekalongan Barat
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Rayap adalah serangga sosial yang mempertahankan kelangsungan hidupnya dikelompokkan berdasarkan feeding habits. Rayap mempertahankan hidupnya dengan makan yang dibagi menjadi 4 group yaitu non fungus growing wood feeders, fungus growing wood feeders, true humic feeders dan true soil feeders. Rayap juga berperan dalam membantu manusia sebagai dekomposer dengan cara menghancurkan kayu atau bahan organik lainnya dan mengembalikan sebagai hara ke dalam tanah. Satu sama lain memiliki sensitifitas yang berbeda-beda seperti pemakan tanah dan humus lebih responsif dibandingkan kelompokan pemakan kayu dengan adanya perubahan-perubahan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi pada ekosistem hutan pinus dan damar di 800 mdpl KPH Pekalongan Barat. Metode survey, digunakan dengan teknik sampling dengan belt transect (panjang = 100m, lebar = 2m). Selama pengambilan sampel, belt transect ditarik pada ekosistem hutan pinus dan damar yang dibagi menjadi 20 bagian dengan ukuran 5m x 2m. Rayap diamati selama satu jam di setiap bagian. Rayap prajurit diambil dan dimasukkan ke dalam botol berisi 70%. Hasil yang didapatkan dari hutan pinus dan damar yaitu Odontotermes spp., Capritermes semarangi, Procapritermes setiger, Nasutitermes javanicus, and Schedorhinotermes javanicus. Sedangkan pada hutan damar adalah Odontotermes spp., Procapritermes setiger, and Schedorhinotermes javanicus. Berdasarkan perhitungan nilai indeks keanekaragaman pada pinus didapatkan (H '= 1,49) diklasifikasikan sebagai sedang, dan pada damar (H' = 0,95) diklasifikasikan sebagai rendah. Nilai indeks kemerataan dalam pinus sebesar (E = 0,95) tinggi dan pada damar (E = 0,59) adalah sedang. Indeks dominansi pada hutan pinus (0,19) rendah, dan pada damar sebesar (0,51) rendah. Spesies yang paling mendominansi dari kedua hutan adalah Schedorhinotermes javanicus. Kata kunci: rayap, kelimpahan, KPH Pekalongan Barat, belt transect, ekosistem
Abtrak (Bhs. Inggris)
Termites are social insects that maintain a viable survival grouped by feeding habits. Termites maintain their lives by eating divided into 4 group is non fungus growing wood feeders, fungus growing wood feeders, true humic feeders and true soil feeders. Termites have a role in helping the humans as a decomposer by destroying wood or other organic material and returning it as nutrients into the soil. Each other has a different sensitivity like the soil-feeding termites and humus groups are more responsive than the grouping of wood-eaters in the presence of changes in environmental factors. The aims of this research are to determine the diversity, evenness, and dominance of termites in pine and dammar at 800 mdpl KPH Pekalongan Barat. Survey method was employed with sampling technique with a belt transect (long=100, wide=2). During the sampling, belt transect wass pulled through the ecosystem of pine and dammar forest and divided into 20 sections with the size of 5m x 2m. The termites were taken for one hour in each section. Warrior termites were taken and put into the bottles containing 70%. The result show that from pine forest obtaines Odontotermes spp., Capritermes semarangi, Procapritermes setiger, Nasutitermes javanicus, and Schedorhinotermes javanicus. While on dammar are Odontotermes spp., Procapritermes setiger, and Schedorhinotermes javanicus. Based on the calculation the pine diversity index value (H’=1.49) classified as moderate, dammar (H’=0.95) classified as low. The Evennes index values in pine (E=0.95) is high and dammar (E=0.59) is moderate. The dominance of pine (0.19) is low, dammar (0.51) is moderate. The highest dominance spesies from both forest belongs to Schedorhinotermes javanicus.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save