Home
Login.
Artikelilmiahs
23032
Update
DESIANA BANI WARDANI
NIM
Judul Artikel
Proses Collaborative Governance dalam Revitalisasi Koperasi (Studi Kasus Koperasi Unit Desa Tani Maju di Kecamatan Purwokerto Timur)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis proses Collaborative Governance dalam Revitalisasi Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Maju di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Maju Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Metode analisis yang digunakan adalah interaktif, keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Teori yang digunakan yaitu dengan mengadaptasi model Collaborative Governance menurut Ansell dan Gash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum proses Collaborative Governance yang dilakukan dalam revitalisasi KUD Tani Maju sudah cukup maksimal. Pertama, pada dialog tatap muka yang melibatkan seluruh stakeholder telah dilakukan namun hanya beberapa kali saja, selebihnya hanya dilakukan oleh pihak kopkun institute dan pengurus KUD Tani Maju, hal ini yang kemudian mempengaruhi tingkat kepercayaan kepada pemerintah. Kedua, Dalam sub aspek keterbukaan antar pihak sudah transparan dengan diadakannya forum evaluasi setiap tiga bulan serta pemberian dokumen evaluasinya. Ketiga, pada pemahaman bersama, seluruh stakeholder telah memahami secara pasti tujuan dari adanya proses kolaborasi. Keempat, hasil sementara sudah dirasakan seluruh stakeholder dengan adanya perkembangan usaha KUD Tani Maju.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this research is to know and analyze Collaborative Governance process in Revitalization of Village Unit Cooperative (KUD) Tani Maju in East Purwokerto District of Banyumas Regency. The research method used is descriptive qualitative research. Research location at Village Unit Cooperative (KUD) Tani Maju District Purwokerto Timur Banyumas Regency. The analytical method used is interactive, the validity of the data is tested by source triangulation. The theory used is by adapting Collaborative Governance model according to Ansell and Gash. The results showed that in general the Collaborative Governance process undertaken in the revitalization of KUD Tani Maju is maximal enough. Firstly, in face-to-face dialogue involving all stakeholders has been conducted but only a few times, the rest is only done by the Kopkun institute and the management of KUD Tani Maju, which then affects the level of trust to the government. Secondly, the sub aspect of transparency between parties has been transparent with the evaluation forum held every three months and the provision of evaluation documents. Third, on a shared understanding, all stakeholders have understood exactly the purpose of the collaboration process. Fourth, the interim results have been felt by all stakeholders with the development of KUD Tani Maju business
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save