Home
Login.
Artikelilmiahs
22838
Update
YULI USMAWATI
NIM
Judul Artikel
Relasi Gender dalam Proses Pendakian Gunung Pada Mahasiswa Unsoed
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Berbicara tentang perempuan selalu menjadi sorotan utama dalam pembahasan gender. Gender sering digunakan untuk membedakan antara laki-laki dan perempuan. Dalam hal gender, kesenjangan ini terlihat dari adanya perbedaan akses antara perempuan dan laki-laki terhadap sumber daya. Sumber daya yang dimaksud disini yaitu pada salah satu kegiatan yang didominasi oleh kaum laki-laki dalam kegiatan berolahraga yaitu mendaki gunung. Mendaki gunung merupakan olahraga yang beresiko, menantang dan banyak menghabiskan tenaga. Peran serta perempuan mendaki gunung tentunya memiliki hambatan. Keterlibatan perempuan dalam kegiatan mendaki gunung hanya sebatas pada aktivitasnya yang tidak jauh berhubungan dengan peran perempuan yang sudah dibentuk oleh faktor-faktor sosial maupun budaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis dari teori fenomenologi tentang kontruksi, makna dan realitas dari Alfred Schutz. Sasaran yang dipilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa Unsoed yaitu perempuan dan laki-laki yang gemar mendaki gunung sebagai sasaran utama dan pendukung, dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Milles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data sumber, yaitu dengan membandingkan data yang diperoleh dari satu dengan informan lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pendakian gunung dikalangan mahasiswi Purwokerto sudah cukup popular keberadaannya. Berdasarkan data yang diperoleh dilapangan didapatkan tiga kesimpulan dari rumusan masalah. Pertama, dalam kegiatan pendakian gunung peran perempuan dalam pengambilan tugas lebih sedikit dibandingkan dengan laki-laki. Kedua, akses dan kontrol pada perempuan lebih rendah dalam menerima kesempatan, peluang dan kekuasaan dibandingkan dengan laki-laki. Ketiga, kendala yang dialami perempuan diantaranya kendala yang berhubungan dengan situasi serta kondisi yang ada di gunung dan kendala dari masing-masing individu. Dari hasil penelitian tersebut, maka saran dari penelitian ini. Pertama, kepada mahasiswa pegiat dan pendaki gunung diantaranya harus selalu memperhatikan segala persiapan yang dibutuhkan dengan detail, mulai dari persiapan fisik, mental, perlengkapan dan keterampilan. Kedua, Kepada Universitas yang memiliki UKM Pecinta Alam untuk terus mendukung bakat dan minat kepada mahasiswa melalui kegiatan pendakian gunung. Serta menyiapkan dan memperhatikan kekurangan peralatan pendaki baik secara kelompok maupun individu. Hal itu demi keselamatan dan keamanan bagi mahasiswa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Talking about women has always been a major highlight in gender discussions. Gender is often used to differentiate between men and women. In terms of gender, this gap is evidenced by differences in access between women and men to resources. The resource referred to here is on one of the activities dominated by men in the activity that is climbing the mountain. Mountain climbing is a risky, challenging and time consuming sport. The participation of women climbing the mountain certainly has obstacles. The involvement of women in mountain climbing is limited to activities that are not much related to the role of women that have been shaped by social and cultural factors. Research done by using descriptive qualitative approach with analysis of phenomenology theory about construction, meaning, and reality from Alfred Schutz. The target chosen in this study is Jenderal Soedirman University students, women and men who liked to climb the mountain as the main target and supporters, with the technique of determining informants using purposive. Data colletion techniques used in this research is through observation, interviews and documentation, with data analysis using interactive analysis techniques of miles and huberman that includes data collection, data reduction, data presentation and conclusion. Validation of data in this research using triangulation of data source, that is by comparing data obtained from one with other informant. The result of this research shows that the activity of hiking the mountain among Purwokerto college students have been so popular. Based on the data from the observation. The researcher could draw conclusion into three things. First, woman participation in hiking mountain is more smaller than man. Second, woman access and control is more lower than a man within acepting the chance, opportunity and power. Last, the obstacles, expertenced by woman are those that related with the situation or condition in mountain and the paying or each individuals. From this research, the researcher has suggestion to all of the activities and mountainees in college that they must concern about the preparation in detail, such as physical, mental, equipment and skill preparation. Then, for the university which there is a student activity unit to always support the interest of the students through mountaineering activity as well as situation-condition attention or preparing about the lack of equipments both for individual and group for the safety of mountaineers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save