Home
Login.
Artikelilmiahs
22817
Update
CHARITY NAFARIZKA
NIM
Judul Artikel
KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL (KAP) DALAM PROSES KETERBUKAAN DIRI SISWA DENGAN KONSELOR SEBAYA PADA ORGANISASI PIK-R BAHAGIA (PUSAT INFORMASI DAN KONSELING-REMAJA) SMA N 4 PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kegiatan KAP dan proses keterbukaan diri antara siswa dengan konselor sebaya di Organisasi PIK-R BAHAGIA SMA N 4 Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam teknik pemilihan informan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan KAP dan proses keterbukaan diri antara teman sebaya dengan melihat unsur-unsur komunikasinya antara lain : 1) Kegiatan konseling antara teman sebaya dengan konselor sebaya dilakukan secara langsung (face to face) dan menggunakan media lain seperti media sosial : 2)Keterbukaan diri yang dilakukan teman sebaya dengan konselor sebaya yang terkait dengan kualitas umum komunikasi interpersonal, yaitu keterbukaan, empati, sikap positif, dan kesetaraan. Dalam keterbukaan, keduanya sama-sama memberikan keterbukaan dalam menerima maupun memberikan pesan. Empati yang diberikan oleh konselor sebaya yaitu berusaha memahami permasalahan yang sedang dihadapi oleh klieenya. Sedangkan sikap positif yaitu dimana konselor sebaya memberikan saran atau pilihan solusi dalam penyelesaian masalah kliennya. Dan kesetaraan yaitu adanya kesamaan usia dan pemahaman antara konselor sebaya dengan klien yaitu dimana mereka merupakan sama-sama siswa SMA : 3)Konselor sebaya menjadi sarana keterbukaan diri siswa SMA N 4 Purwokerto untuk melegakan diri dan penyelesaian masalah dari masalah yang sedang mereka alami. Keterbukaan diri siswa SMA N 4 Purwokerto pada dimensi open berisi informasi pribadi serta masalah-masalah pribadi seperti pertemanan, asmara, dan keluarga. Adapun dimensi hidden yang berisi dari identitas orang yang klien ceritakan kepada konselor sebaya serta latar belakang kelurga merek
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research was conducted to find out how KAP activities and the process of self-disclosure between peers with peer counselors at the BAHAGIA PIK-R Organization of Purwokerto N High School 4. The research method used in this study is a qualitative method, using purposive sampling technique in informant selection techniques. The results of this study can be concluded that KAP activities and the process of self-disclosure among peers by seeing the elements of communication, among others: 1) Counseling activities between peers with peer counselors are carried out directly (face to face) and using other media such as electronic media ( SMS and telephone, as well as social media namely Whatsapp, Instagram, BBM, and Facebook; 2) Self-disclosure conducted by peers with peer counselors, in the form of information about personal data and problems that are considered by the client to be personal and confidential. So they are reluctant to tell the problem to the BK teacher because they do not want the problem to be known by their parents or other people; 3) Peer counselors become a means of self-disclosure of Purwokerto N N 4 students to relieve themselves and solve problems from the problems they are experiencing. Self-disclosure of Purwokerto High School 4 students in the open dimension contains personal information and personal problems such as friendship, romance, and family. The hidden dimension contains the identity of the person the client told the peer counselor and their family background.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save