Home
Login.
Artikelilmiahs
22618
Update
NOOR CHERINAWATI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ASUPAN KARBOHIDRAT SEDERHANA, ASUPAN SERAT DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN INDEKS MASSA TUBUH KARYAWAN REKTORAT UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Prevalensi obesitas setiap tahun meningkat. Karyawan memiliki resiko terkena obesitas yang lebih besar. Obesitas pada karyawan disebabkan karena faktor gaya hidup. Karyawan merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki gaya hidup sedenter, mengonsumsi asupan karbohidrat sederhana berlebihan dan asupan serat yang kurang namun tidak diimbangi dengan kebiasaan olahraga yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat sederhana, asupan serat, dan kebiasaan olahraga dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) karyawan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 63 orang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data asupan karbohidrat sederhana dan serat diukur menggunakan metode recall 2x24 jam, data kebiasaan olahraga diukur menggunakan kuesioner kebiasaan olahraga, dan IMT diukur menggnakan timbangan digital dan microtoice. Data dianalisis menggunakan korelasi pearson. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan rata-rata asupan karbohidrat sederhana 37,8 ± 33,3 ; rata-rata asupan serat 9,7 ± 4,1 ; rata-rata kebiasaan olahraga 63,6 ± 77,7 . Proporsi status gizi responden yaitu 49,2% status gizi normal; 17,5% status gizi lebih dan 33,3% obesitas. Hasil uji korelasi pearson diperoleh hubungan tidak signifikan antara asupan karbohidrat sederhana, asupan serat, dan kebiasaan olahraga dengan IMT (p = 0,976 ; 0,871 dan 0,454). Kesimpulan : Asupan karbohidrat sederhana, asupan serat, dan kebiasaan olahraga tidak berhubungan dengan Indeks Massa Tubuh
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : The prevalence of obesity in adult every year increased. Employees had greater obesity risk. Obesity in employees was caused by lifestyle factors. Employee was a job that has greater sedentary lifestyle, excess simple carbohydrates intake and inadequate dietary fiber intake but not balanced with routine excercise habbits. This study aim to determine correlation between simple carbohydrates intake, dietary fiber intake, and excercise habbits on body mass index of employee. Method : This study used a cross-sectional method. As many as 63 peoples were selected as samples using purposive sampling method. Simple carbohydrate intake and fiber intake were measured using a 2x24 hour recall method, exercise habits were measured using exercise habits questionnaires. Body mass index (BMI) was measured using digital scales and microtoise. Data were analyzed using pearson correlation test. Research Result : The result showed an average simple carbohydrates intake 37,8 ± 33,3 , dietary fiber intake 9,7 ± 4,1, excercise habbits 63,6 ± 77,7. The nutritional status propotions of respondents were 49,2% normal nutritional status, 17,5% overweight and 33,% obesity. The pearson correlation test showed insignificant relationship between simple carbohydrates intake, dietary fiber intake, and excercise habbits with BMI (p = 0.976, 0.871 and 0.454). Conclution : Simple carbohydrates intake, dietary fiber intake, and excercise habbits did not relate with body mass index head official employee Jenderal Soedirman University.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save