Home
Login.
Artikelilmiahs
22571
Update
DHITO BAGUS PRAKOSO
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN KEBIASAAN DUDUK LAMA DENGAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA GAMERS REMAJA DI PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Persen lemak tubuh dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang kurang serta penyimpangan pola makan dimana asupan cenderung tinggi energi (lemak, protein, dan karbohidrat) dan rendah serat. Gamers merupakan salah satu kelompok dengan aktivitas kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan gizi dan kebiasaan lama duduk dengan persen lemak tubuh. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 44 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran asupan gizi menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam, kebiasaan duduk menggunakan kuesioner ASAQ, dan persen lemak tubuh menggunakan alat BIA. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Rerata asupan energi, lemak, protein dan karbohidrat pada gamers di Purwokerto berturut-turut adalah 1916,93 kcal, 72,04; 76,71; dan 259.21. Rerata kebiasaan lama duduk saat bermain game dan persentase lemak tubuh adalah 8,89 jam/hari, dan 23,24%. Terdapat hubungan antara asupan energi nilai p= 0,020, lemak dan karbohidrat dengan persen lemak tubuh. Tidak ada hubungan antara protein dan kebiasaan duduk lama dengan persen lemak tubuh. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan energi, lemak dan karbohidrat dengan persen lemak tubuh. Tidak ada hubungan antara protein dan kebiasaan duduk dengan persen lemak tubuh. Kata Kunci: Asupan gizi, kebiasaan duduk, persen lemak tubuh.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Body fat percentage may be affected by physical activities poorly as well as dietary deviations where intake tends to be high in energy (fat, protein, and carbohydrate) and low in fiber. Gamers are one of the groups with less activity. The purpose of this study to determine the relationship between the nutritional intake and sedentary behaviour with body fat percentage of adolescence in Purwokerto. Method: This research used analytic study design with cross sectional approach. Sample as many as 44 people, taken by purposive sampling technique. Nutritional intake were measured by using 2x24 hours food recall questionnaire, sedentary behaviour using ASAQ questionnaire, and body fat percentage using BIA scales. Bivariate analysis used Pearson correlation product moment test. Results: the means of energy intake, fat, protein, and carbohydrate were 1916,93 kcal, 72,04; 76,71; 259.21 respectively. The mean of sedentary behaviour and body fat percentage were 8,89 hours/day, and 23,24%. There is a relationship between energy intake, fat and carbohydrate with body fat percentage. However, there is no relationship between sedentary behaviour and body fat percentage. Conclusion: There is a relationship between the energy intake, fat and carbohydrates with body fat percentage, but no relationship between sedentary behaviour and body fat percentage. Keywords: Nutritional intake, sedentary behaviour, body fat percentage.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save