Home
Login.
Artikelilmiahs
22534
Update
MARLINA HALOHO
NIM
Judul Artikel
PERAN KEPOLISIAN DALAM PENANGANAN TERHADAP KASUS TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) (Studi di Polres Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peran kepolisian dalam penanganan terhadap kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Polres Banyumas sudah berperan secara maksimal hal tersebut dapat dilihat bahwa kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilaporkan di Polres Banyumas dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2013-2017) secara keseluruhan berjumlah 27 kasus. Kasus KDRT yang dapat diselesaikan oleh pihak kepolisian sebanyak 21 kasus, sehingga menyisahkan 6 kasus yang tidak terselesaikan karena dicabut oleh pelapor. Hal tersebut menarik untuk dikaji agar mengetahui peran kepolisian Polres Banyumas dalam menangani kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan faktor-faktor penghambat dan pendorong kepolisian dalam menangani kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian secara deskriptif. Lokasi penelitian di Polres Banyumas dan Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) Kabupaten Banyumas. Metode penentuan sampel yaitu purposive sampling dan snowball sampling. Jenis dan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dan table. Metode analisis data secara deskriptif kualitaif. Berdasarkan hasil penelitian penanganan terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Polres Banyumas sudah maksimal. Faktor-faktor yang menghambat kepolisian dalam penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga yaitu kesulitan mendatangkan saksi-saksi dan banyak kasus yang tidak dilaporkan sehingga polisi tidak dapat bertindak, serta faktor pendorongnya yaitu adanya koordinasi yang baik antara kepolisian sehingga memudahkan dalam menyelesaikannya, kemudian masyarakat yang mengetahui adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga mau melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The role of the police in the handling of crimnal cases of domestic violence in Polres Banymas have been actively involved it can be seen that cases of Domestic Violence (KDRT) reported in Polres Banyumas in the last five years (2013-2017) is amounted to 27 cases in total. Cases of domestic violence that can be resolved by the police as many as 21 cases, remaining 6 cases that are not resolved because they are revoked by the complainant. It is interesting to examine to know deeply about the role of Polres Banyumas and obstacles faced and the push factors by the police in handling cases of Domestic Violence (KDRT) in Banyumas Regency. This research uses sociological juridical approach method and descriptive research specification. The research take a place at Polres Banyumas and Integrated Service Center for Gender and Child Based Violence Management (PPT-PKBGA) in Banyumas Regency. The types and sources of data are primary data such as the result of interview and secondary data such as literature study. Presentation of data in the form of narrative text and table. Method of data analysis is descriptive qualitative. The results of research on cases of domestic violence conducted by Polres Banyumas has been maximized. The factors that cause the police in handling the cases of domestic violence are from the difficult of bringing witnesses and many cases that are not reported so that the police can not act, as well as the push factors is the existence of good coordination between the police making it easier to get it done, then people who are aware of cases of domestic violence whould report it to the police.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save