Home
Login.
Artikelilmiahs
22518
Update
RISA OKIANA SAFITRI
NIM
Judul Artikel
Eksplorasi dan Karakterisasi Mikrob PGPR Pada Rhizosfer Pertanaman Cabai (Capsicum sp.) Di Lahan Sistem Organik dan Konvensional
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bakteri PGPR, membandingkan kelimpahan serta kemampuan bakteri, dan mempelajari sifat biokimia tanah pada lahan sistem organik dan konvensional. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Pertanian, Pusat Penelitian Biologi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, mulai Juli 2017 sampai Januari 2018. Pengambilan sampel tanah rizosfer dilaksanakan di Rakit, Banjarnegara, dan Melung, Baturraden. Variabel pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini berupa kualitatif mengamati aktivitas PGPR, biokontrol, enzim dan biokimia tanah, dan kuantitatif berupa angka hasil pengukuran pelarut fosfat dan Indole-3-Acetic Acid menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian karakterisasi isolat bakteri PGPR asal 18 sampel tanah (organik dan konvensional) rizosfer tanaman cabai menunjukkan bahwa keberadaan mikroorganisme lebih banyak ditemukan pada lahan sistem pertanian organik dengan rata-rata aktivitas lebih banyak di hasilkan oleh isolat bakteri sistem pertanian organik. Aktivitas enzim tanah dan respirasi yang dihasilkan sampel tanah sitem pertanian organik juga menunjukan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pertanian konvensional. Bakteri potensial PGPR yang tidak hanya memiliki satu potensi aktivitas yaitu diantaranya bakteri pelarut P yang juga dapat berperan sebagai bakteri penambat N dan sebagai agen biokontrol (SO.5A; SO.5G; SO.5H; SO.9A.1; SK.1A.1; SK.1A.2; SK.4A.2; SK.4D.2), selain itu isolat penghasil protease juga dapat berperan dalam proses penambatan N dan pelarut P (SO.9B; SK.7A; SK.9B.1; SK.9B.2a; SK.9B.2b), begitu juga dengan bakteri penambat N beberapa diantaranya mampu menghasilkan protease. Kata Kunci: Capsicum sp., PGPR, organik, konvensional.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to explore PGPR bacteria, compare abundance and bacterial capabilities, and study soil biochemical properties on organic and conventional soil systems. The research has been conducted at the Laboratory of Agricultural Microbiology, Biological Research Center - Indonesian Institute of Sciences, from July 2017 to January 2018. Rizosphere land sampling is conducted in Raft, Banjarnegara and Melung, Baturraden. Observational variables conducted in this study were qualitative observed PGPR, biocontrol, enzyme and soil biochemistry, and quantitative activities were phosphate solvent measurements and Indole-3-Acetic Acid using spectrophotometer. The results of characterization of PGPR bacteria isolate from 18 soil samples (organic and conventional) of chili rhizosphere showed that the presence of more microorganisms was found in organic farming system with average activity more yielded by bacterial isolate of organic farming system. Soil enzyme activity and respiration produced by organic farming system samples also show higher value compared with conventional farming system. Potential PGPR bacteria that have not only one potential activity are P solvent bacteria which can also act as N-blocking bacteria and as biocontrol agents (SO.5A; SO.5G; SO.5H; SO.9A.1; SK.1A. 1, SK.1A.2, SK.4A.2, SK.4D.2), besides that protease-producing isolates may also play a role in the N-blocking and solvent P processes (SO.9B; SK.7A; SK.9B.1 SK.9B.2a; SK.9B.2b), as well as N-blocking bacteria, some of which are capable of producing proteases. Keywords: Capsicum sp., PGPR, organic, conventional.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save