Home
Login.
Artikelilmiahs
22429
Update
ZIHAN FAHREZI
NIM
Judul Artikel
PEMODELAN PERSAMAAN STRUKTURAL SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN PANGAN LOKAL DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pangan lokal merupakan pangan segar yang belum diolah yang dihasilkan dan dijual di lingkungan sekitar desa atau di lingkungan provinsi. Pemodelan persamaan struktural adalah teknik statistik yang dapat digunakan untuk membantu penelitian dalam konfirmasi model penelitian yang melibatkan variabel laten. Dalam penelitian ini model konseptual pangan lokal akan dibuat dengan mereformulasi kerangka model pangan berkelanjutan dan model teori alfabet. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Melihat hubungan antara indikator dengan variabel penelitian, 2) Melihat hubungan antara variabel eksogen dengan variabel endogen. Model yang diuji untuk penelitian ini terdiri dari 15 hipotesis. Sampel yang diambil berjumlah 150 responden konsumer pangan lokal yang berbelanja di pasar tradisional di daerah pedesaan di Kabupaten Banyumas dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematik sampling dan menggunakan kuesione skala-likert 5. Analisis data dilakukan dengan metode analisis SEM (Structural Equation Modelling) menggunakan aplikasi Smart PLS 3. Analisa data terdiri dari 2 tahap, 1) Tahap pengujian outer model untuk melihat hubungan antara indikator dengan variabel penelitian, 2) tahap pengujian inner model untuk melihat hubungan antara variabel eksogen dengan variabel endogen. Model yang diuji dikembangkan dari model Vermeir dan Verbeke (2006) dan Zepeda dan Deal (2009). Model perilaku konsumsi pangan lokal perlu ditelaah di Kabupaten Banyumas untuk mempromosikan pangan lokal. Hasil Penelitian tahap 1 menunjukkan instrumen, dalam hal ini indikator yang reliabel dan valid yang diukur dari nilai convergent validity, discriminant validity, dan composite reliability sudah memenuhi persyaratan statistik. Hasil penelitian tahap 2 menunjukan hubungan variabel eksogen dengan varibael endogen yang dikategorikan menjadi 3 signifikan. Kuat (Sikap terhadap Pengalaman/ Kebiasaan/ Tradisi, Niat Perilaku terhadap Perilaku, Informasi dan Pengetahuan terhadap Kepastian, Motivasi terhadap Keterlibatan, Pengalaman/ Kebiasaan/ Tradisi terhadap Niat Perilaku, Kontrol Perilaku terhadap Ketersediaan, dan Norma Subjektif terhadap Sikap). Sedang (Subjektif terhadap Niat Perilaku). Lemah (Kepastian terhadap Sikap). R2 (Koefisien determinasi) melihat pada hubungan variabel eksogen dengan variabel endogen dan Q2 menunjukkan model memiliki predictive relevance, Sikap = R2 0.234 dan Q2 0.099 , Ketersediaan = R2 0.291 dan Q2 0.134, Perilaku = R2 0.253 dan Q2 0.211, Norma subjektif = R2 0.400 dan Q2 0.208, Keterlibatan = R2 0.081 dan Q2 0.038, Kepastian = R2 0.164 dan Q2 0.083, Pengalaman/ Kebiasaan/ Tradisi = R2 0.082 dan Q2 0.035.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Local food is fresh food that has not been processed. It is produced and sold in the neighborhood village or within a province. SEM (Structural Equation Modeling) is statistical technique that can be used to assit the exploratory research. In this study, the model of conceptual model of local food was reformulating from conceptual model of sustainable food model and alphabet theory model. The purpose of this research are to, 1) Examine the relation between indicators and research variables, 2) Examine the relation between exogenous variables and endogenous variables to know the correlation between various factors framework model that influence consumer’s attitude and behavior in Banyumas regency, and to analyze the correlation between various factors of framework model that influence the attitude and behavior of local food consumers in Banyumas regency. Model tested for this study consists of 15 hypothesis. Respondents were 150 shoppers who shoped at traditional market in rural Banyumas regency. The sampling technique used was systematic sampling and the questioner use 5 likert-scale. Data analysis was done by SEM method using SMART PLS 3 App to obtain the significant level of relationship between factors that exist in influence consumers’ attitudes and behavior. The model of local food consumption behavior need to be explored in Banyumas regency in order to promote local food. The results of Phase 1 show the instrument, in this case a reliable and valid indicator that is measured by the convergent validity value, discriminant validity, and composite reliability are in accordance with statistical requirements. The results of phase 2 show the relation of exogenous variables to endogenous variables categorized into 3 significant. Subtantial are Attitude to habit, behavior intention to behavior, information and knowledge to certainty, motivation to involvement, habit to behavior intention, PBC to availability, and subjective norm to attitude. The relation between significant factors with moderate and weak levels, each are subjective norms to behavior intention and certainty to attitude. R2 (coefficient of determination) Looks at the exogenous relation variables to endogenous variables and Q2 shows a model that has predictive relevance, Attitude = R2 0.234 and Q2 0.099, Availability = R2 0.291 and Q2 0.134, behavior = R2 0.253 and Q2 0.211, subjective norms = R2 0.400 and Q2 0.208, involvement = R2 0.081 and Q2 0.038, certainty = R2 0.164 and Q2 0.083, past experience/ habit/ tradition = R2 0.082 dan Q2 0.035.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save