Home
Login.
Artikelilmiahs
22399
Update
MERLYN KARLYNA ANGGRAHENI
NIM
Judul Artikel
DESAIN DAN PENERAPAN PENDINGIN EVAPORATIF PADA PENYIMPANAN BUAH STROBERI (Fragraria Chilonensis L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pendingin evaporatif merupakan alat yang di desain dengan konsep pendinginan media air, dimana air dimanfaatkan sebagai media dalam menurunkan suhu sistem. Pendingin evaporatif memiliki kelebihan biaya investasi awal dan biaya operasional yang lebih rendah dibanding sistem refrigerasi lain. Keuntungan lain yang diharapkan adalah ramah lingkungan karena tidak menggunakan freon. Styrofoam merupakan isolator yang baik dan sejak dahulu telah digunakan untuk mempertahankan suhu. Diharapkan pendingin evaporatif yang dilapisi styrofoam dapat mempertahankan suhu dingin dengan lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah mendesain pendingin evaporatif dan menguji efektifitas alat untuk menyimpan buah stroberi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan Hasil Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode yang digunakan merupakan metode pengamatan langsung. Variabel yang diamati meliputi suhu, kelembaban, perpindahan kalor, efektifitas pendinginan, warna, kekerasan, kadar brix, susut bobot, dan kadar air. Analisis data yang digunakan merupakan analisis grafik dari data yang didapatkan. Hasil yang didapatkan adalah rata-rata penurunan suhu alat sebesar 2,2°C dan rata-rata peningkatan kelembaban sebesar 7,6 %. Rata-rata konduktivitas termal sebesar 20,638 kJ/s untuk ∂q_a dan 0,48816 untuk ∂q_u . Efektifitas pendinginan sebesar 79,6 %. Buah yang disimpan pada suhu ruang (P0) bertahan segar hingga hari ke-3, dan buah yang disimpan pada pendingin evaporatif (P1) bertahan segar hingga hari ke-5. Nilai rata-rata warna pada bagian pangkal, tengah, dan ujung adalah; nilai L sebesar 30,13, nilai a sebesar 17,5, nilai b sebesar 1,93 untuk P0 dan nilai warna L sebesar 30,03, nilai a sebesar 15,6, nilai b sebesar 5,23 untuk P1. Rata-rata nilai kekerasan pada bagian pangkal, tengah, dan ujung P0 sebesar 0,746 kg/cm2 dan untuk nilai kekerasan P1 sebesar 1,983 kg/cm2. Kadar brix P0 sebesar 12,26% dan 9,9% untuk kadar brix P1. Presentase rata-rata kadar air P0 sebesar 92,21 % sedangkan P1 sebesar 89,6 %. Rata-rata presentase susut bobot P0 sebesar 91,43% dan P1 sebesar 87,76 %. Kata kunci: desain, pendingin evaporatif, styrofoam, penyimpan, stroberi, efektifitas
Abtrak (Bhs. Inggris)
Evaporative cooler is a tool that was designed with the concept of media cooling water, which the water is used as a medium in lower system temperature. Evaporative coolers have advantages initial investment costs and operating costs are lower than other refrigeration systems. Another expected advantage is environmental friendly because it does not used freon. Styrofoam is a good insulator then was used to maintain temperature. Expected coated styrofoam evaporative cooler can maintain cold temperatures better. The purpose of this research is to design and test the efficiency of evaporative cooler means for storing strawberries. Research conducted at the Laboratory of Food Processing Agricultural Products. Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The method used is the method of direct observation. The observed variables include temperature, humidity, heat transfer, cooling effectiveness, color, hardness, brix levels, weight loss, and moisture content of fruit. Data analysis used a graphic analysis of the data obtained. Results obtained are the average drop in temperature 2.2 °C of tool and an average increase of humidity 7.6%. The average thermal of conductivity 20.638 kJ/s for ∂qa and 0.48816 for ∂qu. Cooling effectiveness of 79.6%. Fruit stored at room temperature (P0) fresh survived until day 3, and fruits are stored on an evaporative cooler (P1) fresh survived to day 5. The average value of color at the base, middle, and end is; for P0 the value of L are 30.13, value of a 17.5, value of b 1.93. And for P1 color values of L are 30.03, value of a 15.6, value of b 5.23. The average value of hardness at the base, middle, and end amounted 0,746 kg/cm2 for P0 hardness value and 1,983 kg/cm2 to P1 hardness value. Brix levels of P0 are 12.26% and 9,9% for P1 brix levels. Average percentage of water content are 92.21% for P0 and 89.6% for P1. The average percentage weight loss of 91.43% for P0 and 87.76% amounted for P1. Keywords: design, evaporative coolers, styrofoam, storage, strawberry, effectiveness.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save