Home
Login.
Artikelilmiahs
22312
Update
CAHYO PRIMANCOKO
NIM
Judul Artikel
PROFIL PENGRAJIN GULA KELAPA DI KECAMATAN KEBASEN, KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengrajin gula kelapa masih kurang memperhatikan proses pengolahan gula yang akan mempengaruhi dari kualitas gula dihasilkan yaitu dari waktu pengambilan niraberagam. Oleh karena itu, dilakukan penelitian profil pengrajin gula kelapa dan waktu pengambilan nira di Kecamatan Kebasen. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui gambaran umum tentang jumlah pengrajin, jumlah pohon yang disadap, jumlah produksi gula dan jenis bahan bakar di Kecamatan Kebasen 2) mengetahui waktu pengambilan nira pada pengrajin gula kelapa di Kecamatan Kebasen. Penelitian ini menggunakan metode sensus. Total responden di Kecamatan Kebasen sebanyak 794 orang. Variabel yang diteliti adalah jumlah pengrajin, jumlah pohon yang disadap, jumlah hasil gula, jenis bahan bakar, dan waktu pengambilan nira. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jumlah pengrajin, jumlah pohon yang disadap, dan jumlah produksi gula di Kecamatan Kebasen adalah 794 orang, 14.941 pohon, 4.475 kg/hari dan yang paling banyak di Desa Kalisalak (361 orang, 6.821 pohon, 1.965 kg/hari) sedangkan yang paling sedikit di Desa Tumiyang (2 orang, 37 pohon, 12 kg/hari). Jenis bahan bakar yang digunakan pengrajin gula kelapa mayoritas menggunakan kayu bakar, tetapi juga ada yang menambahkan serbuk atau sekam seperti di Desa Adisana, Gambasari, Kalisalak dan Karangsari. Waktu pengambilan nira yang dilakukan sekali sehari oleh pengguna laru natrium metabisulfit (61%) lebih banyak dibandingkan pengambilan nira dua kali sehari (39%).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sugar craftsmen are still less attention to the processing of sugar that will affect the quality of sugar produced from the time of making sap. Therefore, the profile of coconut sugar craftsmen and the time taken in the district of Kebasen. The purpose of this study was to 1) find out the general description of the number of craftsmen, the number of tapped trees, the amount of sugar production and the type of fuel in Kebasen district 2) find out the time of taking sap to coconut sugar craftsmen in Kebasen District. This research uses census method. Total respondents in Kecamatan Kebasen are 794 people. The variables studied were the number of artisans, the number of tapped trees, the amount of sugar, the type of fuel, and the taking time of sap. The results showed that the number of craftsmen, the number of trees tapped, and the amount of sugar production in Kebasen District were 794 people, 14,941 trees, 4,475 kg / day and the most in Kalisalak Village (361 people, 6,821 trees, 1,965 kg / day) while the fewest in Tumiyang Village (2 persons, 37 trees, 12 kg / day). The type of fuel used by coconut sugar craftsmen is mostly using firewood, but there are also those that add powder or husks such as in the villages of Adisana, Gambasari, Kalisalak and Karangsari. The time of taking the sap taken once a day by new users of sodium metabisulfite (61%) was more than taking juice twice a day (39%).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save