Home
Login.
Artikelilmiahs
22120
Update
KIKOK ABIDIN
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KELIMPAHAN DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT VIBRIOSIS PADA LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KABUPATEN PANGANDARAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyakit Vibriosis yang disebabkan oleh bakteri genus Vibrio telah lama menjadi masalah utama bagi pelaku industri budidaya udang khususnya pada stadia larva. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melakukan deteksi dini penyebab terjadinya penyakit Vibriosis dengan melihat kelimpahan dan jenis bakteri Vibrio sp. yang menyerang larva udang windu (Penaeus monodon) di Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dimana sampel larva udang (fase naupli, zoea, mysis, dan post-larva) dan air pemeliharaan diambil dari hatchery UPTD PAPLWS Pangandaran kemudian dibawa ke laboraturium untuk dilakukan uji Total Plate Count guna mengetahui kelimpahan bakteri Vibrio pada pembenihan larva udang windu. Bakteri Vibrio yang tumbuh dari hasil TPC diisolasi, diamati morfologinya, dan diidentifikasi secara molekuler menggunakan multiplek-PCR. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan bakteri Vibrio sp. dari beberapa sampel dari tubuh udang telah melebihi batas maksimum (>104CFU/gram), sedangkan dari sampel air pemeliharaan hanya pada fase naupli saja yang kelimpahan bakteri Vibrio sp. diatas ambang batas maksmium (>104CFU/gram), sehingga memungkinkan terjadinya serangan Vibriosis. Kemudian jenis spesies Vibrio yang teridentifikasi antar lain V. alginolyticus, V. parahaemolyticus, dan V. harveyi. Sedangkan untuk kualitas air kolam yang diamati meliputi suhu, pH, dan salinitas masih mendukung terhadap pertumbuhan larva udang windu, akan tetapi juga mendukung pertumbuhan bakteri Vibrio.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Vibriosis disease caused by Vibrio genus bacteria has long been a major problem in shrimp cultivation especially in larval stadia. The study aimed to perform early detection of the cause of Vibriosis disease by looking at the abundance and type of bacteria Vibrio sp. in the tiger shrimp larvae (Penaeus monodon) in Pangandaran district. This research was conducted by using observation method, where samples of shrimp larvae (naupli, zoea, mysis, and post-larvae) and maintenance water were taken from UPTD PAPLWS Pangandaran hatchery, and transported to laboratory for examination of abundance of Vibrio bacteria. The isolates from TPC technique were recultured, morphologically observed, and molecularly identified using multiplek-PCR. The results showed that the abundance of bacteria Vibrio sp. of some samples from the shrimp body have exceeded the maximum limit (> 104CFU/gram), whereas from the maintenance water sample only in the naupli phase alone the abundance of Vibrio sp. above the maximum threshold (> 104CFU/gram), allowing for the occurrence of Vibriosis attacks. Then the type of Vibrio species identified among were V. alginolyticus, V. parahaemolyticus, and V. harveyi. While the quality of pond water including temperature, pH, and salinity still support the growth of tiger shrimp larvae, and also support the growth of Vibrio bacteria.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save