Home
Login.
Artikelilmiahs
22093
Update
PANDU NURUL ALAM
NIM
Judul Artikel
Perbandingan Pengaruh Antara Paparan Photodynamic Therapy (PDT) Menggunakan Erythrosine dan Paparan Metronidazol terhadap Viabilitas Bakteri Porphyromonas gingivalis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Periodontitis merupakan penyakit inflamasi jaringan periodontal yang disebabkan oleh bakteri periodontopatogenik seperti Porphyromonas gingivalis. Terapi penyakit periodontitis adalah melakukan Scaling dan Root Planing (SRP) serta dilanjutkan dengan terapi adjuvan berupa pemberian antibiotik, salah satunya adalah metronidazol. Photodynamic Therapy (PDT) merupakan terapi adjuvan alternatif metronidazol yang memerlukan paparan sinar dan photosensitizer sebagai agen pengaktivasi Reactive Oxygen Species (ROS) untuk membunuh sel bakteri. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai photosensitizer adalah erythrosine. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek antibakteri paparan PDT menggunakan photosensitizer erythrosine dan paparan metronidazol dalam mereduksi viabilitas bakteri Porphyromonas gingivalis. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental in vitro dengan rancangan Posttest-only control group design. Penelitian ini menggunakan 25 sampel yang terbagi ke dalam 5 kelompok sampel, yaitu Perlakuan I (PDT menggunakan erythrosine), Perlakuan II (metronidazol), Kontrol I (PDT tanpa erythrosine), Kontrol II (erythrosine), dan Kontrol III (akuades). Viabilitas bakteri Porphyromonas gingivalis ditentukan berdasarkan penghitungan jumlah koloni bakteri setelah masing-masing sampel dilakukan percobaan. Rata-rata jumlah koloni bakteri yang tumbuh pada Perlakuan I (3,6 x 103 CFU/mL) lebih sedikit dibandingkan rata-rata koloni bakteri Perlakuan II (25,4 x 103 CFU/mL). Analisis statistik menggunakan uji One-way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p<0,05) antara seluruh kelompok. Uji Post-hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p<0,05) antara kelompok Perlakuan I dengan Perlakuan II dan ketiga kelompok kontrol serta antara Perlakuan II dengan Kontrol I dan Kontrol III. Paparan PDT menggunakan erythosine memiliki efek antibakteri yang lebih baik jika dibandingkan dengan paparan metronidazol dalam mereduksi viabilitas Porphyromonas gingivalis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Periodontitis is a periodontal tissue inflammatory disease caused by periodontopathogenic bacteria such as Porphyromonas gingivalis. Therapy of periodontitis is Scaling and Root Planing (SRP) and continued with antibiotics adjuvant therapy, for example metronidazole. Photodynamic Therapy (PDT) is an alternative adjuvant therapy of metronidazole that requires light exposure and photosensitizer as activator agent of Reactive Oxygen Species (ROS) to kill bacterial cells. Material that can be used as photosensitizer is erythrosine. This study aimed to compare the antibacterial effects of PDT exposure using erythrosine and metronidazole exposure in reducing viability of Porphyromonas gingivalis. This type of research was experimental in vitro with posttest-only control group design. This study used 25 samples divided into 5 groups, namely Treatment I (PDT using erythrosine), Treatment II (metronidazole), Control I (PDT without erythrosine), Control II (erythrosine), and Control III (aquadest). The viability of Porphyromonas gingivalis was determined by the calculation of bacterial colonies after each group exposed. The average number of bacterial colonies in the Treatment I (3.6 x 103 CFU/mL) was less than the average of the Treatment II colonies (25.4 x 103 CFU/mL). Statistical analysis using One-way ANOVA test showed a significant difference (p <0.05) in all groups. Post-hoc LSD test showed significant differences (p <0.05) between the Treatment I, Treatment II, and the three control groups and also between Treatment II, Control I, and Control III. PDT exposure using erythosine has better antibacterial effect compared with metronidazole exposure in reducing Porphyromonas gingivalis viability.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save