Home
Login.
Artikelilmiahs
22069
Update
VIKA APRILLIA PUSPITARINI
NIM
Judul Artikel
PENGEMBANGAN BIOSENSOR UREA BERBASIS UREASE AMOBIL DARI BIJI KACANG TOLO (Vigna unguiculata) SECARA KOLORIMETRI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Urea dalam darah berkisar 5-25 mg/dL, jika kadarnya melebihi batas tersebut maka akan menimbulkan penyakit. Penyakit yang ditimbulkan akan membahayakan jika tidak terdeteksi sedini mungkin. Hal tersebut mendorong peneliti untuk dapat mengembangkan metode yang dapat digunakan untuk mengukur kadar urea dalam darah. Telah dilakukan pembuatan biosensor berbasis beads alginat sebagai alat untuk analisis kadar urea dengan metode kolorimetri menggunakan indikator bromthymol blue. Beads pada penelitian ini dibuat menggunakan alginat yang bertindak sebagai bahan pendukung amobilisasi enzim urease dari ekstrak kasar kacang tolo. Amobilisasi enzim dilakukan dengan menggunakan metode penjebakan dengan kalsium alginat. Enzim urease mengkatalisis urea menjadi ion ammonium dan ion hidroksida. Ion ammonium dideteksi dengan menggunakan indikator bromtimol biru dan perubahan warnanya diukur menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan beads urease kacang tolo bisa digunakan berulang dengan pengulangan yang baik (respon ≥50%). Kinerja analitis beads urease kacang tolo menghasilkan respon yang linier, batas deteksi (LOD) dan batas kuantifiksi (LOQ) dengan konsentrasi yang rendah. Keberulangan pembuatan beads urease kacang tolo menghasilkan nilai KV yang masih dapat diterima atau tidak berbeda nyata. Hasil analisis kadar urea dalam sampel darah setelah dilakukan pengenceran menghasilkan pola yang sama dengan hasil analisis kadar urea yang diperoleh menggunakan metode laboratorium pengujian darah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Urea level in the blood normally from 5-25 mg/dL. When the urea level above the normal level, it can use as a kidney disease malfunction. The important of urea detection stimulate researchers to develop methods to measure levels of blood urea. This research was performed to develop urea biosensor based on urease immobilized in alginate beads with colorymetric method using bromthymol blue as an indicator. The beads as a supporting material for urease enzyme obtained from tolo beans. The ammonium ion as enzymatic product was then detected using a spectrophotometer by the color formation with the indicator. The results showed that the immobilized urease beads can be used and good repetition (response > 50%).The analytical performances of urease biosensor including the linear response, detection limit (LOD) and quantification limit (LOQ) with low concentration. Repeatability of fabricaton showed a KV value that are still acceptable or not significantly different. Furthermore, the blood urea determination in sample showed no significantly different between the developed biosensor compare to standard urea determination method performed in local clinical laboratorium.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save