Home
Login.
Artikelilmiahs
21793
Update
GHINA SARAH RAFIDAH
NIM
Judul Artikel
KAJIAN FINANSIAL DAN NILAI TAMBAH KERIPIK SALAK PADA CV MULTI AGRO LESTARI DI DESA KUTABANJAR KECAMATAN BANJARNEGRA KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keripik salak adalah salah satu jenis makanan ringan yang menggunakan bahan baku buah salak tanpa ada penambahan bahan apapun dalam proses produksinya. Kabupaten Banjarnegara telah lama dikenal sebagai daerah penghasil salak di Jawa Tengah. Salak di Kabupaten Banjarnegara dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan jumlah produksi. Melimpahnya salak yang melebihi daya tampung pasar dan umur simpan salak yang relatif pendek akan mengakibatkan penurunan harga salak. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi permasalahan tersebut perlu diupayakan inovasi dalam pengolahan salak, salah satunya diolah menjadi keripik salak menggunakan penggorengan vakum. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, keuntungan, rentabilitas ekonomi, payback period dan nilai tambah keripik salak. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan November 2017 pada CV. Multi Agro Lestari di Desa Kutabanjar, Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan CV. Multi Agro Lestari manajemen finansialnya belum tertata rapih. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus di CV. Multi Agro Lestari. Metode analisis yang dilakukan meliputi: analisis biaya, pendapatan, rentabilitas ekonomi, payback period, dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian sebagai berikut: total biaya produksi pada bulan November 2017 sebesar Rp20.610.044,33, penerimaan sebesar Rp23.787.000,00, dan keuntungan sebesar Rp3.176.955,67. Nilai rentabilitas ekonomi sebesar 15,41 persen, nilai payback period sebesar 6,49 bulan dan nilai tambah sebesar Rp4.969,45 per kilogram bahan baku.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Salak Chips is one of snack that use the original salak fruit without any addition. Banjarnegara Regency has known as a salak producing region in Central Java. Salak in Banjarnegara Regency from year to year always experience changes in the amount of production. The abundance of salak that exceeds the market capacity and the relatively short life of salak effect in the price of salak. Therefore, to solve these problems need to be innovated in the processing of salak by using vacum frying to create salak chips. This research aims to: know the cost of production, income, economic profitability, payback period and value added salak chips. Collecting data was conducted in November 2017 at CV. Multi Agro Lestari in Kutabanjar Village, Banjarnegara District, Banjarnegara Regency. Location selection has been selected by purposive selection by the weakness financial management of CV Multi Agro Lestari. Analytical methods performed include: cost analysis, income, economic profitability, payback period, and value-added analysis. The results of the research were as follows: total cost of production in November 2017 amounting to Rp20,610,044.33, receipts of Rp23,787,000.00, and income amounting to Rp3,176,955.67. The value of economic rentability was 15,41 percen, payback period value was 6,49 month and the added value was Rp4,969.45 per kg raw material.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save