Home
Login.
Artikelilmiahs
21763
Update
NURENDHAR ARDESTYA RATRI
NIM
Judul Artikel
PERAN UNITED NATIONS CHILDREN’S FUND DALAM MEWUJUDKAN REINTEGRASI TERHADAP TENTARA ANAK PEREMPUAN PADA SITUASI PASCA KONFLIK (Studi Tentang Kasus Konflik Sipil di Sierra Leone Tahun 1991-2002)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Lahirnya kelompok pemberontak Revolutionary United Forces (RUF) membawa kondisi Sierra Leone menjadi negara dengan kondisi kemanusiaan terburuk pada masa konflik. Pelanggaran hukum humaniter internasional terutama Konvensi Jenewa IV 1949 tentang Perlindungan Penduduk Sipil hampir terjadi setiap hari bahkan wanita dan anak-anak yang seharusnya menjadi kelompok yang paling dilindungi turut menjadi korban pelanggaran itu sendiri. Anak perempuan khususnya mengalami penculikan, kekerasan seksual dan ikut bertempur bersamaan dengan anak laki-laki lainnya, namun tidak mendapatkan perbaikan pascaperang yang semestinya. Diabaikannya anak perempuan dari proses perbaikan pascaperang menjadikan anak perempuan tidak tereintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat. Penelitian dilakukan dengan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, dan metode studi kepustakaan, penulis mengumpulkan bahan dari literatur-literatur baik yang bersifat hardcopy maupun softcopy dan menganalisis secara normatif berdasarkan kajian hukum humaniter internasional. Hasil penelitian dari penelitian ini yaitu UNICEF sebagai Organisasi Internasional yang fokus bergerak pada perlindungan anak dan wanita, menjadi salah satu organisasi yang berperan dalam reintegrasi tentara anak perempuan. Untuk mewujudkan reintegrasi tersebut maka dilaksanakan program DDR (Demobilization, Disarmament, and Reintegration) yaitu dengan cara penurunan status kesiagaan, melucuti senjata para mantan tentara anak dan reintegrasi sendiri diwujudkan dengan pembentukan jaringan perlindungan anak yang baik. UNICEF dapat melakukan empat pedoman reintegrasi yang digunakan penulis dalam penelitian ini untuk melakukan proses reintegrasi tentara anak perempuan di Sierra Leone. Empat pedoman reintegrasi tersebut adalah penyatuan kembali kepada keluarga, dukungan psikososial, pendidikan dan peluang ekonomi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The birth of the Revolutionary United Forces (RUF) rebel group brought the conditions of Sierra Leone into a country with the worst humanitarian conditions during the conflict. Violations of international humanitarian law, especially the Geneva Convention 1949 on the Protection of Civilians are almost daily, even women and children who are supposed to be the most protected groups are victims of the violations themselves. Girls in particular are abducted, sexually assaulted and fight alongside other boys, but do not get the proper postwar reintegration. The neglect of girls from the postwar warfare process makes girls unintegrated well into society. The research was conducted by using normative juridical approach, descriptive research specification, and literature study method, the authors collected materials from literature both hardcopy and softcopy and analyzed normatively based on international humanitarian law study. The results of this research are UNICEF as an International Organization focusing on the protection of children and women, became one of the organizations that play a role in the reintegration of child soldiers. To realize the reintegration, DDR (Demobilization, Disarmament and Reintegration) program is implemented by degradation of alertness state, disarming the former child soldiers and reintegration itself is manifested by the establishment of a good child protection network. UNICEF can perform four reintegration guidelines used by the authors in this study to carry out the reintegration process of girl child soldiers in Sierra Leone. Four reintegration guidelines are reintegration to families, psychosocial support, education and economic opportunities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save