Home
Login.
Artikelilmiahs
21723
Update
EKA NUR RAHMAWATI
NIM
Judul Artikel
KUALITAS POHON PELINDUNG JALAN DI JALUR HIJAU KOTA PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kota Purbalingga pada Bulan Oktober 2016 mengalami bencana angin kencang yang melanda alun-alun kota Purbalingga yang mengakibatkan robohnya pohon beringin serta merobohkan beberapa pohon pelindung jalan di sepanjang jalan MT Haryono. Penataan dan pemeliharaan kota yang tidak ramah lingkungan menyebabkan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) mengalami penurunan hingga berakibat pada kualitas pohon-pohon pelindung jalan. Kondisi kekuatan fisik pohon yang buruk dapat menjadi masalah yang cukup penting, pada musim penghujan dengan curah hujan tinggi dan disertai angin kencang dapat menyebabkan ranting pohon patah bahkan dapat menyebabkan pohon tumbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pohon pelindung serta mengetahui kualitas pohon pelindung di jalur hujau kota purbalingga. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2018. Metode survei digunakan untuk mendapatkan data jenis-jenis pohon pelindung jalan, sedangkan metode sampling dan skoring untuk pengambilan data kualitas pohon pelindung jalan. Jalur hijau yang dipilih meliputi Jalan Soekarno Hatta, Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Letkol Isdiman, Jalan Letjen S Parman, dan Jalan Raya Padamara Kota Purbalingga. Kualitas pohon dilihat dari penilaian kondisi fisik pohon berdasarkan 2 kerusakan yaitu kerusakan akibat hama dan penyakit tanaman, serta kerusakan mekanik. Kemudian didapat nilai total kerusakan keduanya. Penilaian ini kemudian dimasukkan kedalam peringkat total kerusakan agar mendapatkan kondisi fisik pohon di jalur hijau jalan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pada lima jalur hijau jalan kota Purbalingga diperoleh jenis-jenis pohon pelindung jalan sebanyak 14 jenis pohon yaitu waru (Hibiscus tiliaceus), manga (Mangifera indica), mahoni (Swietenia mahagoni), palem raja (Roystonea regia), glodogan bulat (Polyalthia fragrans), ketapang (Terminalia catappa), angsana (Pterocarpus indicus), nangka (Artocarpus heterophyllus), rambutan (Nephelium lappaceum), glodogan tiang (Polyalthia longifolia), kersen (Muntingia calabura), kerai paying (Filicium decipiens), beringin (Ficum benjamina), dan kapuk (Ceiba petandra). Kondisi pohon pelindung dari kelima jalan terbanyak berada pada peringkat 2 yang artinya sebagian besar kondisi pohon yang ada dalam keadaan sehat, dimana hanya memerlukan sedikit tindakan perbaikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Purbalingga in October 2016 suffered a strong wind disaster that hit the city square that resulted the Banyan tree uprooted and break down some of the trees along the streets of Mt. Haryono. Setup and maintenance of the city that are not environmentally-friendly lead quality and quantity of open green space (RTH) has decreased to result in the quality of road protection trees. The poor physical strength of the tree can be a significant problem, in the rainy season with high rainfall sometimes accompanied by high winds can cause broken branches or branches even can cause the fall of a tree. This research was conducted in January-February 2018. The survey method was used to identify the types of shade trees road, while methods of sampling and data collection quality scoring for the shade trees. The selected path includes Lt. Soekarno Hatta, Lt. Mayjend Sungkono, Lt. Letkol Isdiman, Lt. Letjen S Parman, and Highways Padamara Purbalingga City. The quality of the tree saw from the assessment of the physical condition of the tree based on 2 damage is damage caused by pests and plant diseases, as well as mechanical damage. So will get a total value of damage to both. This assessment is then added to the total rank damage in order to get the physical condition of the tree in the median of the road. The results showed five green line city streets Purbalingga obtained from the data types of shade trees road about 14 species of trees are new tree (Hibiscus tiliaceus), mango tree (Mangifera indica), mahagony tree (Swietenia mahagoni), royal palm tree (Roystonea regia), glodogan bulat (Polyathia fragrans), katapang (Terminalia catappa), angsana tree (Pterocarpus indicus), jackfruit tree (Artocarpus heterophyllus), rambutan tree (Nephelium lappaceum), glodogan tiang (Polyathia longifolia), kersem tree (Muntingia calabura), kerai payung (Filicium decipiens), bayan tree (Ficum benjamina), dan kapuk tree (Ceiba petandra). Conditions of fifth street tree protector was ranked second highest, which means most of the conditions of existing trees in a healthy state, which requires very little corrective action.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save