Home
Login.
Artikelilmiahs
21642
Update
ADHI PERKASA
NIM
Judul Artikel
Kajian Finansial dan Kontribusi Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani Pada Usahatani Tanaman Cincau Hitam (Mesona palustris BL) di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Tunjungmuli merupakan salah satu daerah sentra penghasil tanaman cincau hitam di Kabupaten Purbalingga. Usahatani tanaman cincau hitam memiliki peran strategis, sebagai penunjang kesejahteraan bagi petani cincau, karena kurangnya pendapatan dari sumber pendapatan rumah tangga.Petani cincau di Desa Tunjungmuli pada umumnya, tidak memperhitungkan secara terperinci aspek-aspek finansial, seperti biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan dalam usahataninya.Perhitungan mengenai aspek–aspek financial sangat menentukan dalam mempertahankan keberlanjutan usahatani cincau hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, keuntungan usahatani, R/C, Break event point, dan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga petani pada usahatani tanaman cincau hitam.Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 7 September sampai dengan 20 Oktober 2017.Sasaran penelitian petani yang melakukan usahatani cincau hitam di Desa Tunjungmuli dalam satu periode tanam pada tahun 2017 dengan jumlah responden 89 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah stratified random sampling Metode analisis yang digunakan adalah; analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break even Point (BEP), dan analisis kontribusi pendapatan.Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata biaya usahatani cincau hitam per hektar tiap panen pada tahun 2017 sebesar Rp6.135.166,00, rata-rata penerimaan per luas lahan garapan sebesar Rp4.766.844,00, sedangkan per hektar sebesar Rp14.684.640,00, sehingga rata-rata pendapatan per luas lahan garapan yang diterima petani sebesar Rp2.777.456,00 dan per hektar sebesar Rp 8.565.591,00, analisis kelayakan menunjukan R/C lebih dari satu yaitu sebesar 2,31, BEP (unit) sebesar 199 kilogram, dan BEP (penerimaan) sebesar Rp1.092.923, hal ini menunjukan bahwa usahatani cincau hitam menguntungkan sehingga layak untuk diusahakan dan dikembangkan. Hasil analisis kontribusi pada usahatani cincau terhadap pendapatan rumah tangga petani cincau sebesar 57,47 persen.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tunjungmuli Village is one of the central areas of the black grass jelly plants in Purbalingga Regency. The crop farming system has a strategic role, which is to support the welfare of the farmers, because of the lack of income from farmers' income sources in Tunjungmuli Village. The grassroots farmer in Tunjungmuli village in general, does not take into account the costs and revenues of grass farming in detail the financial aspects, such as production costs, receipts, and profits in the farm. The calculation of these financial aspects is crucial in maintaining the sustainability of the jungle crop farm. This study aims to determine the cost, profitability of farming, R/C, Break event point, and contribution to household income of farmers on the crop of the black grass jelly. The data were collected from 7th of September until 20th October 2017. The target of this research is the farmer who do the black jaw farming in Tunjungmuli Village, KarangmoncolSubdistrict, Purbalingga Regency during the planting season in 2017 with 89 respondents. The research method used is survey, while the method of determining the respondents by census. The method of analysis used is; cost analysis, revenue, revenue, Revenue Cost Ratio (R / C), Break Even Point (BEP), and income contribution analysis. The result of analysis shows that the average cost of black rhizome farming per hectare during the planting in 2017 is Rp6,135,166,00, the average revenue per cultivated land area is Rp4.766.844,00, while per hectare is Rp14,684,640,00, so that the average income per farmed land area received by farmers amounted to Rp2,777,456.00 and per hectare of Rp8,565,591.00, feasibility analysis showed R / C more than one that is 2,31, BEP (unit) of 199 kilograms, and BEP (receipt) of Rp1,092,923, this shows that the farming of black cincau profitable so worthy to be cultivated and developed. The result of contribution analysis at farming cincau to household income of farmer of cincau equal to 57,47 percent.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save