Home
Login.
Artikelilmiahs
21174
Update
RIZKI AKBAR RAMADHAN
NIM
Judul Artikel
PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN KAMBOJA MERAH (Plumeria rubra L.) TERHADAP Pityrosporum ovale PENYEBAB KETOMBE
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Pityrosporum ovale merupakan fungi penyebab ketombe. Selama ini usaha penanggulan sudah dilakukan menggunakan sampo antiketombe tetapi masih terdapat efek samping pada penggunaannya. Daun kamboja merah berpotensi sebagai tanaman obat alternatif yang memiliki aktivitas antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek penghambatan antifungi berdasarkan konsentrasi ekstrak etanol daun kamboja merah. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan ekstraksi maserasi menggunakan etanol 70% selama 3 hari. Identifikasi senyawa kimia dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis. Uji aktivitas antifungi dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan yaitu pada konsentrasi 3500 ppm, 1750 ppm, 1575 ppm, 1400 ppm, 1225 ppm, 1050 ppm, dan 875 ppm, kontrol negatif yaitu DMSO 5% dan kontrol positif yaitu ketokonazol 10 ppm. Uji antifungi dilakukan dengan metode dilusi padat kemudian diinkubasi 2x24 jam pada suhu 27oC. Penentuan KHM ditentukan dari konsentrasi terkecil yang dapat menghambat pertumbuhan fungi yang ditandai tidak adanya pertumbuhan fungi. Hasil penelitian disajikan deskriptif berupa hasil identifikasi senyawa kimia dan konsentrasi hambat minimum ekstrak etanol daun kamboja merah. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kamboja merah mengandung flavonoid dan terpenoid. Ekstrak etanol daun kamboja merah dapat menghambat pertumbuhan fungi pada konsentrasi 3500 ppm dan 1750 ppm. Kesimpulan: Ekstrak daun kamboja merah memiliki KHM pada konsentrasi 1750 ppm.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Pityrosporum ovale is a fungus that causes dandruff. During this effort dandruff disease has been done by using dandruff shampoo but there are still side effect on the use. Plumeria rubra leaves are potential alternative medicinal plants that have activity as antifungal. This study aims to determine the effect of antifungal inhibition based on the concentration of ethanol extract of Plumeria rubra leaves. Methods: This research is an experimental study using maceration extraction using ethanol 70% for 3 days. The identification of chemical compounds using Thin Layer Chromatography. The antifungal activity test was divided into 7 groups at concentration: 3500 ppm, 1750 ppm, 1575 ppm, 1400 ppm, 1225 ppm, 1050 ppm, and 875 ppm, negative control is DMSO 5% and positive control is ketoconazole 10 ppm. An antifungal test was performed by solid dilution method then incubated 2x24 hours at 27oC. The determination of MIC is determined from smallest concentrations that can inhibit the growth of fungi characterized by the absence of fungus growth. Research data then presented descriptively in the form of identification of chemical compound and minimum inhibitory concentration of Plumeria rubra ethanol extract. Result: The result showed that the ethanol extract of Plumeria rubra leaves contain flavonoids and terpenoids. Ethanol extract of Plumeria rubra leaves can inhibit fungi growth minimum inhibitory at concentration 3500 ppm and 1750 ppm. Conclusion: Ethanol extract of Plumeria rubra leaves has MIC at concentration 1750 ppm
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save