Home
Login.
Artikelilmiahs
21068
Update
RIO RIZKY WIBOWO
NIM
Judul Artikel
FACTORS AFFECTING INDONESIA MILK IMPORT IN 1995-2015
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pembangunan industri pertanian merupakan prioritas bagi pemerintah Indonesia untuk mencapai swasembada. Susu merupakan sub-sektor industri yang penting dengan lebih dari 100,000 peternak dan lebih dari 800,000 ton produksi susu. Impor susu dilakukan karena produksi susu domestik belum dapat mencukupi kebutuhan susu domestik. Ketersediaan susu di Indonesia sebesar 79.63 persen disuplai dari impor, sedangkan produksi susu domestik hanya berkontribusi sebesar 20.37 persen. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci dari permintaan impor susu Indonesia pada 1995-2015 lewat perubahan dari konsumsi susu, produksi susu, harga susu Indonesia, nilai tukar Rupiah, dan GNI per kapita Indonesia. Tipe dari penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Teknik analisis adalah analisis regresi linier berganda. Variabel terikat adalah impor susu Indonesia. Variabel bebas adalah konsumsi susu Indonesia, produksi susu Indonesia, harga susu Indonesia, nilai tukar Rupiah, dan GNI per kapita Indonesia. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap impor susu Indonesia adalah konsumsi susu Indonesia, nilai tukar Rupiah, dan GNI per kapita Indonesia. Sedangkan, variabel yang berpengaruh tidak signifikan adalah produksi susu Indonesia dan harga susu Indonesia. 2) Variabel yang paling berpengaruh terhadap impor susu Indonesia adalah konsumsi susu Indonesia. Implikasi yang dapat dinyatakan sebagai rekomendasi dalam kebijakan industri susu yaitu: 1) Pemerintah Indonesia diharapkan mengembangkan sebuah rancangan yang komprehensif untuk pembangunan industri susu bersama institusi terkait (GKSI, IPS, dan peternak susu) dengan tujuan untuk kerjasama dalam menciptakan iklim bisnis yang kondusif guna menghadapi tingginya permintaan produk susu. 2) Pemerintah perlu mendorong optimalisasi dari kapasitas produksi dan investasi yang ada dalam faktor pendukung (pekerja, bahan baku, energi, dan infrastruktur) dengan tujuan untuk meningkatkan industri susu dalam negeri yang berdaya saing.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The development of agricultural industry is the priority for the government of Indonesia to achieve self-sufficiency. Milk is an important industrial sub-sector with over 100,000 dairy farmers and over 800,000 tons milk production. Importing milk is done because domestic milk production has not been able to meet domestic milk demand. The availability of milk in Indonesia is 79.63 percent is supplied from import, as the domestic milk production contributes only 20.37 percent. This research examines to identify the key determinants of Indonesia milk import demand in 1995-2015 by the changes of Indonesia milk consumption, milk production, milk price, Rupiah exchange rate and Indonesia GNI per capita. The type of this research is associative research. The analysis technique is multiple linear regression analysis. The dependent variable is Indonesia milk import. The independent variables are Indonesia milk consumption, Indonesia milk production, Indonesia milk price, Rupiah exchange rate and Indonesia GNI per capita. The findings of this research are: 1) The variables that have significant effects on Indonesia milk import in 1995-2015 are Indonesia milk consumption, Rupiah exchange rate and Indonesia GNI per capita. Meanwhile, the variables that have insignificant effects are Indonesia milk production and Indonesia milk price. 2) The variable that has the most influential effect on Indonesia milk import in 1995-2015 is Indonesia milk consumption. The implications that may be implied as the recommendations for milk industry policy are: 1) The Government of Indonesia should develop a comprehensive blueprint for milk industry development with the related institutions (IPS, GKSI and dairy farmers) with the aim of increasing partnerships to create a conducive business climate to overcome the high demand of milk. 2) The government needs to encourage the optimization of existing production capacity and investment on supporting factors (employment, raw materials, energy and infrastructures) in order to increase the competitiveness of domestic milk industry.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save