Home
Login.
Artikelilmiahs
20915
Update
LUKMAN BACHTIAR
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KOORDINASI KERJA RECLOSER DENGAN FCO (FUSE CUT OUT) AKIBAT GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG KALIBAKAL-05 PT. PLN (PERSERO) AREA PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pada era sekarang energi listrik merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan manusia, industri, rumah tangga, dan perkantoran. PT. PLN (Persero) selaku perusahaan penyedia energi listrik nasional wajib mengutamakan pelayanan yang ramah dan bebas dari rugi-rugi (losses), sehingga peralatan proteksi yang baik menjadi hal penting. Pada penyulang Kalibakal-05, peralatan proteksi utama yang dipasang yaitu recloser dan FCO (Fuse Cut Out). Kedua peralatan tersebut bekerja secara koordinatif dengan peralatan proteksi cadangan di masing-masing zona. Berdasarkan data PT. PLN Area Purwokerto intensitas terjadinya gangguan pada penyulang Kalibakal-05 cukup tinggi. Pada zona proteksi 2 recloser mengalami trip dan FCO sering putus. FCO yang digunakan pada penyulang Kalibakal-05 yaitu FCO tipe K (cepat). Hal ini mengindikasikan peralatan proteksi yang menjaga kehandalan sistem distribusi listrik belum optimal. Analisis koordinasi proteksi dilakukan untuk menguji seberapa baik peralatan proteksi yang terpasang pada penyulang Kalibakal-05 dalam menangani arus gangguan hubung singkat melalui perbandingan data di lapangan, perhitungan teoritis, serta simulasi menggunakan software ETAP12.6.0. Dari analisis yang diperoleh untuk mendapatkan koordinasi kerja yang tepat antara recloser dan FCO pada penyulang Kalibakal-05, seharusnya mengganti FCO tipe K (cepat) menjadi tipe T (lambat) dengan rating 40 A. Sehingga menghasilkan pengaturan (setting) yang tepat untuk mengoptimalkan koordinasi kerja antara recloser dan FCO pada penyulang Kalibakal-05 dalam menangani gangguan listrik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Nowadays, electrical energy is essential needs in human life, industry, household, and office. PT. PLN (Persero) as a national energy supply company must provide friendly services and free of losses, so that good protection device becomes important. In Kalibakal-05 feeder, the main protection device installed is recloser and FCO (Fuse Cut Out). Both equipment work in coordination with backup protection device in each zone. Based on data of PT. PLN Area Purwokerto, intensity of disturbance at Kalibakal-05 is high enough. In protection zone 2, recloser experience trip and FCO often break. The FCO used in Kalibakal-05 feeder is FCO type K (fast). This means that protection device maintaining the electrical distribution system has not been in it’s best condition. The protection coordination analysis is performed to test how well the protection device installed on Kalibakal-05 feeder in handling short circuit current. The analysis is performed using field data comparison, theoretical calculation, and simulation using ETAP12.6.0 software. From the analysis, there will be a proper coordination of work between recloser and FCO on Kalibakal-05 feeder, it should replace FCO type K (fast) to type T (slow) with raiting of 40 A. So it will have the proper settings to optimize coordination of work between recloser and FCO on Kalibakal-05 feeder to handle power failure.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save