Home
Login.
Artikelilmiahs
20910
Update
DOMAS GIRI GUMILANG
NIM
Judul Artikel
TRADISI “NGASA” GUNUNG KUMBANG DALAM ERA GLOBALISASI ( STUDI DI DESA CIPUTIH KECAMATAN SALEM KABUPATEN BREBES )
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kebudayaan merupakan suatu hal yang sifatnya kompleks, hampir disetiap kehidupan manusia memiliki budaya. Banyak hal yang merupakan hasil dari budaya, diantaranya ialah adat istiadat, kebiasaan, tradisi, ritual-ritual dan lain sebagainya. Era Globalisasi berdampak kepada lunturnya nilai-nilai budaya tradisional. Salah satunya adalah Tradisi Ngasa Gunung Kumbang di Desa Ciputih Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui kebudayaan yang masih dilestarikan di Era Globalisasi sekarang ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi “Ngasa” merupakan suatu bentuk bakti masyarakat Desa Ciputih yang berada di kaki Gunung Kumbang. Selain itu, Tradisi Ngasa juga mencerminkan kehidupan bermasyarakat yang menyerukan untuk memupuk rasa kebersamaan dan sebagai bentuk kerukunan bermasyarakat yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Ciputih. Tradisi Ngasa merupakan hal yang sakral, sehingga para peserta yang mengikuti Tradisi Ngasa juga harus diniatkan dengan keikhlasan hati tanpa paksaan dari pihak manapun. Terlepas dari ajaran agama tentang boleh tidaknya tradisi tersebut dilakukan, Tradisi Ngasa perlu dipertahankan sebagai salah satu kekayaan budaya masyarakat yang menjadi ciri manusia. Bukan untuk menentang agama, tetapi lebih kepada melestarikan kebudayaan yang telah diciptakan oleh masyarakat terdahulu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Culture is a complex thing, almost every human life has a culture. Many things that are the result of culture, such as customs, customs, traditions, rituals and so forth. The era of Globalization has resulted in adaptation processes and impacts on the decline of traditional cultural values. One of them is Ngasa Mountain Beetle Tradition in Ciputih Village, Salem District, Brebes District. The purpose of writing is to know the culture that is still implemented in the Era of Globalization today. The results showed that the tradition "Ngasa" is a form of community devotion Ciputih Village located at the foot of Mount Beetle. In addition, Ngasa tradition also reflects the social life that calls for the cultivation of a sense of togetherness and as a form of social harmony that is carried out in the daily life of the people of Ciputih Village. Ngasa tradition is a sacred thing, so that the participants who follow the tradition Ngasa also must be intended with sincerity of the heart without coercion from any party. Apart from the teachings of religion about whether or not the tradition is done, Ngasa tradition needs to be maintained as one of the cultural wealth of society that characterizes humans. Not to oppose religion, but rather to preserve the culture that had been created by the former society.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save