Home
Login.
Artikelilmiahs
20851
Update
ZAINAP ASSAIHATUS SYAHIDAH
NIM
Judul Artikel
Karakteriasi Morfologi Jamur Makroskopis Di Kebun Raya Baturraden
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jamur merupakan salah satu indikator dari ekosistem hutan yang baik dan memiliki peran yang sangat fungsional bagi ekosistem sebagai dekomposer, simbion pada tanaman, dan mengatur siklus hara tanah. Diversitas jamur yang tinggi di hutan perlu diinventarisasi guna mengetahui kekayaan spesies, serta menyediakan data dan informasi mengenai manfaat dari setiap spesies tersebut. Kebun Raya Baturraden memiliki iklim yang cocok untuk pertumbuhan jamur, karena memiliki temperatur rendah, kelembapan tinggi, pH tanah asam sampai netral, serta curah hujan tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui genus dan atau spesies jamur makroskopis yang terdapat di Kebun Raya Baturraden dan mengetahui indeks biodiversitas (H’) jamur makroskopis yang ditemukan di Kebun Raya Baturraden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Jamur makroskopis yang diperoleh diidentifikasi berdasarkan karakter makroskopis dan mikroskopis menggunakan buku kunci identifikasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif guna mengetahui karakter morfologi dan secara kuantitatif guna mengetahui indeks biodiversitas jamur makroskopis yang diperoleh. Hasil penelitian didapatkan 32 spesies dari 24 genera jamur makroskopis. Karakter jamur yang ditemukan rata-rata memiliki bentuk tudung convex, bentuk batang equal, dan bentuk lamela close. Indeks biodiversitas jamur makroskopis di Kebun Raya Baturraden termasuk dalam tingkat sedang dengan nilai H’ 1,96.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mushroom is one of the indicator of a good forest ecosystem and it has a very functional role for the ecosystems, that is a decomposer, plant symbionts, and to regulate the soil nutrient cycles. The high fungi diversity in the forest needs to be inventoried to find out the richness of species as well as providing data and information about the benefits of each species. Baturraden Botanical Garden has an exact climate for the growth of mushrooms, which has a low temperature, high humidity, acid to neutral pH, and high rainfall density. This study is conducted in order to know the genus or species and the index of biodiversity of macroscopic fungi. The method used in the research is a survey with purposive random sampling. The fungi are identified by macroscopic and microscopic characters using identification key. Data were analyzed descriptively to know the morphological character and analyzed quantitatively to know the index of biodiversity of macroscopic fungi. The result of the inventory can be obtained 32 species of 24 genus of macroscopic fungi. The genus which often found are mycena, favolaschia and coprinellus. Then index of biodiversity of macroscopic fungi in Baturraden Botanical Garden is in medium level with H value 1,96.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save