Home
Login.
Artikelilmiahs
20780
Update
DENNIA DWI ANGGRAENI FIRMANSYAH PUTRI
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN SODIUM FLUORIDE 0,05% DAN CHLORHEXIDINE 0,012% TERHADAP KOROSIVITAS DAN DAYA LENTING AUSTRALIAN WIRE ORTHODONTIC DIAMETER 0,014 INCH (Studi In Vitro Pada Perendaman Selama 1, 7, dan 14 Hari)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kawat Australian wire merupakan salah satu kawat ortodontik yang digunakan untuk piranti ortodontik. Daya lenting yang tinggi diperlukan dalam karakteristik kawat. Daya lenting pada kawat dapat berubah karena dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari obat kumur yang digunakan sehari-hari. Obat kumur yang sering digunakan untuk mencegah karies pada pasien ortodontik adalah obat kumur dengan kandungan chlorhexidine dan sodium fluoride. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh perendaman larutan sodium fluoride 0,05% dan chlorhexidine 0,012% terhadap korosivitas dan daya lenting Australian wire diameter 0,014” pada perendaman selama 1, 7, dan 14 hari. Sebanyak 72 kawat dipotong sepanjang 20 mm dan dikelompokkan berdasarkan media perendaman dan waktu perendaman. Pada kelompok media perendaman sodium fluoride dan chlorhexidine, kawat direndam dan dikocok selama satu menit sebanyak dua kali dalam sehari kemudian dibilas dan direndam dalam saliva buatan. Penelitian dilakukan pengulangan selama 1, 7, dan 14 hari. Larutan perendaman diuji korosivitasnya dengan atomic absorption spectrophotometry dan kawat diuji daya lentingnya menggunakan tension gauge. Analisis penelitian menggunakan uji statistik Two-way Anova dan regresi sederhana. Hasil menunjukkan kawat yang direndam dalam sodium fluoride memiliki korosivitas yang tinggi dan daya lenting yang rendah setelah 14 hari dan hasil regresi linier menunjukkan korosivitas berpengaruh terhadap daya lenting kawat ortodontik. Simpulan dari penelitian ini adalah obat kumur berpengaruh terhadap korosivitas dan daya lenting kawat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Australian wire is one of the orthodontic wire used for orthodontic appliances. High resilience is required in wire characteristics. Resilience is affected by several factors, one of them is daily mouthwash. Mouthwash with chlorhexidine and sodium fluoride content is often used to prevent caries in orthodontic patients. The aimed of this study was to compare of the effect of immersion in sodium fluoride 0.05% and chlorhexidine 0.012% to corrosivity and resilience of Australian wire diameter 0.014" on immersion for 1, 7, and 14 days. A total of 72 wires were cut 20 mm each and grouped by immersion solution and immersion time. In the immersion group of sodium fluoride and chlorhexidine, the wire is soaked and shaken for one minute twice a day then rinsed and immersed in artificial saliva. The study was repeated for 1, 7, and 14 days. The immersion solution was tested for its corrosivity with Atomic Absorption Spectrophotometry and the wire was tested for resilience using a tension gauge. The statistical test using Two-way Anova and simple regression. The results showed that the wire soaked in sodium fluoride had high corrosivity and low resilience after 14 days and the linear regression results showed that corrosivity affected the orthodontic wire resilience. The conclusion of this study was mouth rinses affect the corrosivity and resilience of the wire.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save