Home
Login.
Artikelilmiahs
20708
Update
DIAN LARAS WATI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH KOMBINASI PROBIOTIK DAN VITAMIN C TERHADAP BOBOT DAN KETEBALAN KERABANG TELUR ITIK TEGAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian berjudul Pengaruh Kombinasi Probiotik dan Vitamin C terhadap Bobot dan Ketebalan Kerabang Telur Itik Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 2 x 2 . Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 400 ekor itik Tegal yang diambil telurnya sebanyak 80 butir telur yang diperoleh dari 20 petak kandang. Tiap petak kandang terdapat 20 ekor itik Tegal umur 20 minggu (periode produksi). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : (1) pakan basal; (2) probiotik alami; (3) probiotik pabrikan (MEP+); (4) Vitamin C. Bahan pakan basal yang digunakan berupa dedak, nasi aking dan ikan segar. Kandungan nutrien dalam pakan basal yang diberikan pada ternak adalah sebagai berikut : protein kasar 12,0 %; energi metabolisme 2.400 kkal/kg; serat kasar 13,82 %; lemak kasar 8,2 %; kalsium 0,20 %; dan phosphor 1,00 %. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat probiotik alami antara lain Yakult 130 ml, ragi tape 50 g, gula merah 400 g, air kelapa 500 ml, dan air bersih 9000 ml. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi antara macam probiotik dengan dosis vitamin C berpengaruh tidak nyata (P > 0,05). Macam probiotik dan dosis vitamin C juga berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap Bobot dan Ketebalan Kerabang Telur Itik Tegal. . Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penambahan probiotik baik alami maupun pabrikan dan dosis Vitamin C dengan 600 mg / kg dalam pakan itik Tegal tidak meningkatkan bobot dan ketebalan kerabang telur Itik Tegal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research entitled The Effect of Probiotics and Vitamin C combination on the Weight and Thickness of Eggshell of Tegal duck. The research method used the experimental method with Completely Random Design Factorial Pattern 2 x 2. The material used in this research was 400 Tegal ducks 80 eggs obtained from 20 plots of cages. Each cage contained 20 Tegal ducks at 20 weeks old (production period). The other materials consisted of: (1) basal feed; (2) natural probiotics; (3) commercial probiotics ; (4) Vitamin C. Basal feed comprised bran, rice aking and fresh fish. The nutrient content in the basal were diet: crude protein 12.0%; metabolic energy 2,400 kcal / kg; crude fiber 13.82%; 8.2% crude fat; calcium 0.20%; and phosphorus 1.00%. The ingredients used to make natural probiotics included Yakult 130 ml, yeast 50 g, brown sugar 400 g, 500 ml coconut water, and 9000 ml of fresh water. The equipment used was cage treatment as much as 20 plot, each plot of cage equipped with feeder and drinker. Other tools used are egg tray, scales and micrometers. The result of variance analysis showed that the interaction between probiotic and vitamin C was not significant (P> 0.05). The probiotic and vitamin C did not affect the weight and thickness of eggshell of Tegal duck. The conclusion of this research is that addition of probiotic both natural and commercial and dosage of Vitamin c of 600 mg / kg in Tegal duck feed did not improve the weight and thickness of eggshell of Tegal duck.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save