Home
Login.
Artikelilmiahs
20246
Update
ALIM BINAWAN
NIM
Judul Artikel
DAMPAK PENGGUNAAN BAKTERI Pseudomonas fluorescens SEBAGAI ENTOMOPATOGEN TERHADAP REPRODUKSI SERANGGA HAMA TANAMAN KUBIS (Crocidolomia pavonana)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) dampak perlakuan bakteri P. fluorescens P60 dan P32 terhadap jumlah produksi telur yang dihasilkan oleh ngengat C. pavonana, 2) dampak perlakuan bakteri P. fluorescens P60 dan P32 terhadap fertilitas telur yang dihasilkan oleh ngengat C. pavonana dan 3) dampak perlakuan bakteri P. fluorescens P60 dan P32 terhadap mortalitas telur yang dihasilkan oleh ngengat C. pavonana. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Mei sampai Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan mengawinkan serangga jantan dengan serangga betina yang berasal dari populasi sehat dan sakit. Populasi serangga sehat hanya diberi perlakuan kontrol (akuades), sedangkan populasi serangga sakit diberi perlakuan isolat bakteri P. fluorencens P32 dan P60 dengan konsentrasi 10%. Kombinasi perkawinan serangga (ngengat) yang dicoba adalah sebagai berikut: P1: ngengat betina sehat X ngengat jantan sehat, P2: ngengat betina sehat X ngengat jantan sakit, P3: ngengat betina sakit X ngengat jantan sehat, P4: ngengat betina sakit X ngengat jantan sakit. Setiap unit perlakuan diulang delapan kali ulangan. Variabel yang diamati adalah jumlah telur yang dihasilkan ngengat (fekunditas) serta fertilitasnya dan mortalitas telur yang diperlakukan dengan Pf P32 dan P60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens berpengaruh nyata terhadap variabel fekunditas, fertilitas dan mortalitas. Hal ini ditunjukan dari hasil rata-rata fekunditas dan fertilitas yang semakin kecil.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine: 1) the impact of treatment of Pseudomonas fluorescens bacterium P60 and P32 to the total production of eggs produced by moths C. Pavonana (fecundity), 2) the impact of treatment of Pseudomonas fluorescens bacterium P60 and P32 to the fertility of eggs produced by moths and 3) the impact of treatment of Pseudomonas fluorescens P60 and P32 on eggs that produce by moths. This research was conducted in the greenhouse and in the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, on May until August 2017. The experiment used a Completely Randomized Design with the treatment of mating male insects with female insects from healthy and sick populations. The population of healthy insects was only given control treatment (aquades), while the population of sick insects were treated with bacteria isolates Pseudomonas fluorescens P32 and P60 with 10% concentration. The combination mating of insects were: P1: healthy females x healthy males, P2: healthy females x sick males, P3: sick females x healthy males, P4: sick females x sick males. The experiment was repeated eight times. The observed variables were fecundity, fertility and eggs mortality (ovisidal). The results showed that the treatment of Pseudomonas fluorescens affected on fecundity, hatched eggs and mortality eggs significantly. This is shown from the result of the average fecundity and fertility is getting smaller.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save