Home
Login.
Artikelilmiahs
20128
Update
MUHAMMAD RIF'AT MUHARAM
NIM
Judul Artikel
ESTIMASI LUAS TERUMBU KARANG BERDASARKAN DATA CITRA SPOT-7 DAN LANDSAT-8 DI PERAIRAN PULAU SEMAK DAUN, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Luas terumbu karang dari tahun ke tahun mengalami penurunan dan kerusakan akibat dari aktivitas manusia maupun faktor alam. Untuk mengetahui luas terumbu karang dapat memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dengan menggunakan citra satelit SPOT-7 dan Landsat-8. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terumbu karang dan menghitung luas terumbu karang dengan citra satelit SPOT-7 dan Landsat-8 serta melihat perbedaannya di perairan Pulau Semak Daun, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Data yang digunakan adalah data citra satelit SPOT-7 dan Landsat-8 yang diolah dengan metode algoritma Lyzenga untuk mengetahui tutupan terumbu karang. Pengambilan data lapang menggunakan teknik PIT pada 6 stasiun berbeda sepanjang 100 m. Hasil klasifikasi terbagi menjadi 5 kelas yaitu karang hidup, karang mati, patahan karang (rubble), lamun dan pasir. Luas karang hidup yang dihasilkan citra SPOT-7 dan Landsat-8 adalah sebesar 55,5 ha dan 63,05 ha dan karang mati sebesar 96,19 ha dan 114,40 ha. Persentase tutupan terumbu karang pada data lapang menghasilkan rata-rata 47,6 % yang masuk dalam kategori sedang. Nilai regresi yang dihasilkan sebesar 0,817 yang menunjukkan bahwa citra SPOT-7 dan Landsat-8 memiliki hubungan yang erat. Uji akurasi terhadap citra satelit SPOT-7 dan Landsat-8 memberikan hasil yang cukup memadai yaitu 71,42 % dan 60 %.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The area of coral reefs has decreased in size and sustained damage from year to year as a result of human activity as well as natural factors. To determine the extent to which coral reefs have been affected, the remote sensing technology of SPOT-7 and Landsat-8 satellites can be applied. The purpose of this study was to determine the condition of coral reefs and calculate the extent of coral reefs with SPOT-7 and Landsat-8 satellite and see its difference in the waters of Semak Daun Island, Kepulauan Seribu National Park. The data used were SPOT-7 and Landsat-8 satellite image, which was processed by Lyzenga algorithm method to know coral cover. Field data was collected using PIT technique at 6 different stations along 100 m. Classification results were divided into 5 classes: live corals, dead coral, rubble, seagrass and sand. The area of live coral produced by SPOT-7 and Landsat-8 was 55.5 ha and 63.05 ha and dead coral was 96,19 ha and 114,40 ha. The percentage of coral cover on the field resulted in an average of 47.6% in the moderate category. Based on the analysis regression test, the value is about 0.817 which indicates that the SPOT-7 and Landsat-8 images have a close relationship. The accuracy test on SPOT-7 and Landsat-8 satellite image gives sufficient result that is 71.42% and 60%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save