Home
Login.
Artikelilmiahs
19660
Update
HARYOGO ADITNANTRA PRIYANTO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEMULUNG DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus pada Anggota Paguyuban Pemulung Kedung Randu Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh curahan jam kerja, jenis kelamin, maupun umur terhadap pendapatan pemulung, untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi pendapatan pemulung, dan untuk mengetahui tingkat pendapatan pemulung Desa Kedung Randu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, dalam memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Bagi penulis, penelitian ini merupakan kesempatan untuk menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan serta sebagai sarana untuk menerapkan teori yang sudah diperoleh selama kuliah, disamping sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada program studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Bagi Pemerintah Daerah, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan bahan pertimbangan dalam merumuskan dan menerapkan berbagai kebijakan, khususnya yang terkait dengan upaya untuk meningkatan pendapatan para anggota Paguyuban Pemulung Kedung Randu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Selanjutnya, bagi pemulung, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan bahan pertimbangan serta memotivasi para anggota Paguyuban Pemulung Kedung Randu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, untuk terus meningkatkan pendapatannya. Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian yaitu curahan jam kerja dan umur berpengaruh positif terhadap pendapatan pemulung, sedangkan jenis kelamin berpengaruh negatif terhadap pendapatan pemulung. Curahan jam kerja mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap pendapatan pemulung. Persentase pendapatan Paguyuban Pemulung Desa Kedung Randu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, terdapat 53 responden atau 93 persen responden tidak layak karena belum memenuhi Standar KHL Kabupaten Banyumas sebesar Rp1.336.820,79. Kemudian terdapat 4 responden atau 7 persen responden sudah layak karena sudah memenuhi Standar KHL Kabupaten Banyumas sebesar Rp1.336.820,79. Rata-rata pendapatan pemulung Desa Kedung Randu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, belum dapat memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this research is to know the influence of work hour, sex, and age to scavengers income, to know the most dominant factor influence the scavengers income, and to know the income level of scavengers of Kedung Randu Village, District Patikraja, Banyumas, in fulfilling the standard of KHL. For the writer, this research is an opportunity to add knowledge, experience and insight as well as a means to apply the theory that has been obtained during the lecture, in addition as one of the requirements to obtain a degree in Economic Studies and Development Study (IESP) in Faculty of Economics And Business of General Soedirman University of Purwokerto. For the Local Government, the results of this study are expected to contribute thought and consideration in formulating and implementing various policies, especially those related to efforts to increase the income of members of Kedung Randu Pemuda Community, District Patikraja, Banyumas. Furthermore, for the scavengers, the results of this study are expected to contribute thoughts and materials considerations and motivate members of Circle Pemulung Kedung Randu, District Patikraja, Banyumas, to continue to increase revenue. Based on the results of research conducted, it can be formulated research hypothesis that the work hour and age brackets have a positive effect on waste income, whereas gender negatively affect the income of waste pickers, work hour has the most dominant influence to scavengers income. Percentage of income Paguyuban Scavengers Kedung Randu Village, District Patikraja, Banyumas, there are 53 respondents or 93 percent of respondents is not feasible because it has not meet KHL Standard Banyumas of Rp1, 336,820.79. Then there are 4 respondents or 7 percent of respondents is feasible because it meets KHL Standard Banyumas of Rp1.336.820,79. The average income of scavengers Kedung Randu Village, District Patikraja, Banyumas, has not been able to meet the standards of KHL.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save