Home
Login.
Artikelilmiahs
19638
Update
AZILDA ELMA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS STRUKTUR MODAL, RETURN ON EQUITY DAN RETURN ON INVESMENT PADA PERUSAHAAN DELISTING DI BURSA EFEK INDONESIA.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ANALISIS STRUKTUR MODAL, RETURN ON EQUITY DAN RETURN ON INVESMENT PADA PERUSAHAAN DELISTING DI BURSA EFEK INDONESIA. Oleh : AZILDA ELMA C1C013070 Penelitian ini yang dilakukan di perusahaan perusahaan delisting ini untuk menguji perubahan struktur modal sebagai konsekuensi kebijakan pendanaan pada perusahaan-perusaan delisting di BEI. Khususnya kebijakan dalam mengatasi kerugian yang terus menerus sedangkan perusahaan harus memenuhi kewajiban-kewajiban hutangnya. Masalahnya beberapa perusahaan-perusahaan yang jelang delisting masih menerbitkan dan menjual saham biasa. Menerbitkan dan menjual saham baru merupakan salah satu alternatif selain menjual aset atau hutang baru. Tentunya investor membeli saham baru sangat berharap akan mendapatkan dividen atau capital gain disamping harapan nilai sahamnya semakin tinggi. Obyek penelitian ini semua perusahaan yang delisting di BEI sejak tahun 2011 sd 2016. Dengan melihat laporan keuangan dalam Indonesian Capiatl Market Directory (ICMD) yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia. selama empat periode 2006 sd 2010 yang terfokus pada pergerakan jumlah saham biasa dan hutang sebagai komponen sruktu modal. Tujuan Penelitian untuk mengetahui keterkaitaitan pola kebijakan perusahaan dalam menentukan sumber pendanaan yang mengalami kerugian terus menerus selama jelang delisting. Manfaat Penelitian disamping menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang kebjakan sumber pendanaan dapat digunakan sarana diagnosis untuk pertimbangan calon investor sebelum mentukan keputusan berinvestasi pembelian saham biasa agaer dapat mengantisipasi kerugian. Hasil penelitian perushaan yang delisting di BEI periodik 2011 sd 2016 ada 15 Perusahaaan tetapi laporan Keuangan sebelum didelisting pada tahun 2007 sd 2010 hanya ada 15 perusahaan . Ada dua alasan delisting, pertama inisiatif BEI apabila selama lima tahun perusahaan yang bersangkutan dinyatakan tidak layak sesuai kriteria yang ditetapkan BEI ,Sedangkan penyebab kedua atas inisiatif sendiri perusahaan yang bersangkutan, yang menghendaki perusahaan tertutup. Data 15 perusahaan setelah diolah dan dianalisis dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Hanya ada 1 (satu) perusahaan delisting atas kehendak sendiri menginginkan sebagai perusahaan tertutup. Sedangkan yang 14 perusahaan delisting dikarenakan kondisi keuangan yang tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan ketentuan yang berlaku di BEI. 2. Dari 15 perusahaan delisting periodik 2011 sd 2016. Dalam tahun 2007 ada 13 perusahan yang pencapaian ROI dan ROE dibawah Tingat bunga BI rata-rata 7%. (Lebih kecil dari Cost of Capital). Akan tetapi pada tahun 2008 sampai 2010 sbagian besar perusahaan pencapaian ROI dan ROEnya jauh dibawah 3%. Bahkan 3 perusahaan duantaranya rugi. (Hipotesi ke I dan II diterima) 3. Semua perusahaan jelang delisting melakukan penambahan modal saham biasa sekalipun ROI dan ROEnya rendah bahkan minus (merugi) Kesimpulan : Seagian besar jelang delisting, perusahaan menerbitkan dan menjual saham baru. Saran : Sebaiknya kalau perusahaan merugi (ROI dan ROE minus) terus dan tidak mungkin bisa dipertahan sebaiknya segera dilikuidasi dan tidak menerbitkan dan menjual saham baru. Karena merugikan investor yang asimetris. Keyword : Delisting BEI, Struktur Modal, Saham biasa, Hutang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is conducted in the company of this delisting company to test the change of capital structure as a consequence of funding policy at delisting companies in BEI. Especially the policy in overcoming the losses are continuous while the company must meet its debt obligations. The problem is that some companies ahead of delisting still publish and sell common stock. Issuing and selling new shares is an alternative to selling new assets or debt. Of course, investors are buying new stocks are hoping to get a dividend or capital gain in addition to expectations of higher stock value. The object of this research are all companies that have been delisting in BEI since 2011 until 2016. Looking at the financial statements in Indonesian Capiatl Market Directory (ICMD) published by Indonesia Stock Exchange. During the four periods of 2006 to 2010 focusing on the movement of the number of common stock and debt as a component of capital sruktu. Research Objectives to determine the relevance of corporate policy patterns in determining the source of funding that suffered continuous losses during the delisting ahead. Benefits Research in addition to adding insight science about the policy of funding sources can be used means of diagnosis for consideration of potential investors before mentukan investment decision purchase common shares agaer can anticipate losses. The results of research delisting company in the period of 2011 to 2016 BEI there are 15 companies but the Financial report before didelisting in 2007 sd 2010 there are only 15 companies. There are two reasons for delisting, the first initiative BEI if for five years the company is declared unfit according to the criteria set BEI, While the second cause of the company's own initiative concerned, which wants a closed company. Data of 15 companies after being processed and analyzed can be drawn the following conclusion: 1. There is only 1 (one) company delisting on its own will want as a closed company. While the 14 companies are delisted due to financial conditions that do not meet the requirements in accordance with the provisions applicable in the Stock Exchange. 2. From 15 companies deliberate periodic 2011 to 2016. In 2007 there were 13 companies that achievement of ROI and ROE under Average BI rate 7%. (Smaller than Cost of Capital). However, in 2008 to 2010 most companies achieve ROI and ROE far below 3%. Even 3 companies duantaranya loss. (Second and Second Hypotheses accepted) 3. All companies ahead of delisting make additional capital stock even if ROI and ROE are low even minus (losers) Conclusion: Most of the time ahead of delisting, the company publishes and sells new shares. Suggestion: We recommend that if the company loses (ROI and ROE minus) continuously and may not be restricted it should immediately be liquidated and not issuing and selling new shares. Because it harms the asymmetric investors. Keyword: Delisting BEI, Capital Structure, Common Stock, Debt.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save