Home
Login.
Artikelilmiahs
19532
Update
FIKKY FIRDAUS
NIM
Judul Artikel
Analisis Tanda Kekerasan dalam Antologi Cerpen Undangan Menari
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Tanda Kekerasan Dalam Antologi Cerpen Undangan Menari”. Penelitian ini merupakan upaya untuk memahami tindak kekerasan yang direpresentasikan melalui tanda-tanda yang memuat penggambaran cerita pada peristiwa sejarah kelam Indonesia pada tahun 1965. Sebuah kekerasan yang dilakukan oleh negara, baik bersifat langsung melalui aparaturnya, serta kekerasan secara sistemik melalui mekanisme pemerintahan otoriter. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitiannya adalah membahas tanda-tanda kekerasan yang terdapat dalam antologi cerpen Undangan Menari. Data yang akan dikaji diperoleh melalui teknik baca, catat, dan pengelompokan pada setiap kalimat yang berpotensi sebagai tanda. Penetuan sebuah kalimat yang berpotensi sebagai tanda dianalisa menggunakan ground atau kode, yaitu sesuatu yang mendasari tanda sehingga menjadi tanda. Selanjutnya tanda tersebut dianalisis dengan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce yang mengacu dengan ikon, indeks, dan simbol. Analisis tersebut akan mendeskripsikan dan menjelaskan makna yang terdapat dalam antologi cerpen Undangan Menari. Hasil penelitian ini mendapatkan tiga puluh dua tanda yang terdapat pada empat cerpen di dalam antologi cerpen Undangan Menari, yaitu satu ikon, tujuh indeks, dan satu simbol, pada cerpen Dengung Di Telinga. Satu ikon, tujuh indeks, dan satu simbol, pada cerpen Mainan Masa Kecil. Tujuh indeks dan dua simbol pada cerpen Undangan Menari. Satu ikon, tiga indeks, dan satu simbol pada cerpen Perangkap Gelap. Secara utuh, cerpen ini memiliki hubungan semiosis yang saling menjelaskan hubungannya antara tanda dengan acuannya dan hubungan antara makna dengan pesannya, sebagai upaya mengungkap kekerasan negara pada peristiwa kelam sejarah Indonesia tahun 1965 yang dipresentasikan dalam tokoh-tokoh perempuan sebagai objek. Bentuk-bentuk kekerasan dalam keempat cerpen yang diteliti, pada umumnya disajikan secara langsung (dalam bentuk fisik) yang melibatkan aparatur negara sebagai pelakunya dan kekerasan secara sistemik, memalui mekanisme sistem pemerintahan otoriter pada awal berdirinya rezim Orde Baru.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is entitled "Analisis Tanda Kekerasan dalam Anotologi Cerpen Undangan Menari". This research is one effort to understand the violences represented through signs illistrating the story taking place within the Indonesian historical events in 1965. The violence is comitted by the state (Indonesia), either directly through its officials or sistemically through its otoritary governance mechanism. This research uses a descriptive-qualitative research method focusing on violence signs contained within the Short Story Antology Undangan Menari. The data are obtained through reading, recording, cassifying each sentence which may potentially become the sign. The sentences potentially becoming the signs are determined through an analysis using ground, or code, that is, something under lying signs to eventually become the signs. In addition, those sign are then analyzed using Charles Sanders Peirce semiotic approach refering to icons, indexes, and symbols. The analysis may describe and explaining the meanings contained within Short Story Antology Undangan Menari. The research result show that there are thirty two signs contained in four short stories of short story antology Undangan Menari consiting of one icon, seven indexes, and one symbol contained in the short story Dengung di Telinga; one icon, seven indexes, and one symbol contained in the short story Mainan Masa Kecil; seven indexes and two symbols contained in short story Undangan Menari; one icon, three indexes, and one symbol contained within the short story Perangkap Gelap. As a whole, this short story has a semiotic relationship which explains the relationship beetwen the signs and their refrences as well as the reltionship between the meanings and their message as one effort to disclose the violences comitted by the state (Indonesia) taking place at the historical events in 1965 represented by the women characters as the objects. The violence form contained within those four short story under the study generally are directly presented (in physical forms) involving the state officials as the doers, while the violences are sistematically commited through the autoritary governance sistem mechanism at the begining of the Orde Baru regime establishment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save