Home
Login.
Artikelilmiahs
19506
Update
ANTONIUS PANEL HALOMOAN SINAGA
NIM
Judul Artikel
REFLEKSI KESENIAN LOKAL DALAM KAJIAN POLITIK KEBUDAYAAN KONTEMPORER MELALUI EKSISTENSI TARI LENGGER LANANG SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA LOKAL DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk antara lain: 1) memahami dan mendeskripsikan refleksi kesenian lokal dalam kajian politik kebudayaan kontemporer melalui eksistensi tari lengger lanang sebagai identitas budaya lokal di Kabupaten Banyumas; 2) mengetahui dan menjelaskan signifikasi eksistensi tari lengger lanang tersebut dalam merefleksikan identitas budaya lokal di Banyumas. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi dalam bingkai perspektif pascastrukturalias dan paradigma non positivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa adanya kesenian tari lengger lanang di Kabupaten Banyumas telah memiliki komodifikasi dalam perkembangannya. Dahulu kala tari lengger lanang dijadikan sebagai sarana ritual perwujudan syukur dan pemujaan terhadap dewi kesuburan, namun di era kontemporer telah menjadi salah satu kesenian populer di masyarakat tanpa adanya tahapan-tahapan yang mencerminkan identitas budaya lokal di Banyumas. Adapun pengaruh perubahan dari esensi tari lengger lanang disebabkan dari beberapa faktor yakni agama, politik dan sosial. Perubahan ini kemudian menjadi indikator signifikasi tari lengger lanang sebagai tari yang telah jauh berubah dari keaslian budaya lokal di Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research-based paper aims at 1) understand and describe the reflection of local art in the study of contemporary cultural politics through the existence of lengger lanang dance as a local cultural identity in Banyumas Regency; 2) to know and explain the significance of the existence of lengger dance lanang in reflecting the local cultural identity in Banyumas. By using a qualitative method and phenomenological approach in the framework of the post-structural perspective and the non-positivist paradigm, the result of the research reveals that the art of lengger lanang dance in Banyumas Regency has commodified in its development. Formerly, lengger lanang dance was used as a means of ritual of the embodiment of gratitude and worship of the goddess of fertility, but in the contemporary era has become one of the popular art in the community without any stages that reflect the local cultural identity in Banyumas. The influence of the change of lengger dance essence lanang caused by several factors namely religion, politics and social. This change then becomes indicator of lengger lanang dance significance as a dance that has been much changed from the authenticity of local culture in Banyumas Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save