Home
Login.
Artikelilmiahs
19395
Update
WILYSA NIKEN DHEA D
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Revolusi Kebudayaan Rezim Mao Zedong 1966 Dan Reformasi Ekonomi Era Deng Xiaoping 1978 Terhadap Pembangunan Teknologi Industri Pertanian Cina
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Menurut Bank Dunia, saat ini China adalah negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Tingkat pertumbuhan PDB China mencapai 10 persen per tahun, sementara tingkat pertumbuhan industri mencapai 17 persen. Kehebatan ekonomi China adalah hasil dari sebuah program reformasi ekonomi yang dimulai pada tahun 1979. Deng Xiaoping meletakkan dasar bagi sistem ekonomi yang memungkinkan pasar bebas dan industri pedesaan kecil berkembang pesat di seluruh negeri. Setidaknya ada dua kebijakan utama, yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menghomogenkan pemikiran intelektual. Yang pertama adalah pergerakan seratus bunga yang dikeluarkan pada tahun 1957. Ide awalnya dari kebijakan ini sangat positif, Mao mengundang semua intelektual China untuk mengomentari keadaan China dalam peninjauan perkembangan ekonomi, politik dan sosial. Tiga bulan menjalankan kebijakan seratus bunga, Mao mengubahnya menjadi gerakan "anti-benar" setiap orang yang berbeda dengan pemikiran anti-kanan dan kontra-revolusi yang dirasakan. Kebijakan kedua adalah sebuah revolusi budaya yang dikeluarkan pada tahun 1966. Kebijakan pengembangan kebijakan Mao terhadap kelompok intelektual mengakibatkan panasnya politik domestik China pada saat itu. Jelas bahwa China yang semakin terpojok kemudian memicu pergolakan politik sampai Mao ambruk pada tahun 1969 dan Deng Xiaoping menjadi reformator ekonomi kapitalis China. Revolusi Kebudayaan (1966-1969) merupakan reaksi terhadap kegagalan implementasi kebijakan Jump Forward, yang memproklamasikan Mao Zedong pada awal tahun 1958.
Abtrak (Bhs. Inggris)
According to the World Bank, currently China is the country with a growth rate in the world's second largest economy after the United States. The growth rate of China's GDP reached 10 percent annually, while industrial growth rate reached 17 percent. The greatness of the China economy is the result of a program of economic reforms that began in 1979. Deng Xiaoping laid the foundation for an economic system that allows the free market and small rural industry growing rapidly across the country. There are at least two major policies, issued by the government in order to homogenize the intellectual thought. The first is the movement of a hundred flowers issued in 1957. The originally idea of this policy was very positive, Mao invited all intellectual China’s to comment on the state of China in the review of the development of political, economic and social. Three months running policies hundred flowers, Mao turn it into a movement "anti-right" every different person with perceived anti-right thinking and counter-revolution. The second policy is a cultural revolution that was issued in 1966. Mao's policy-development policy against intellectual group resulted in the heat of China domestic politics at the time. It is clear that China's increasingly cornered then trigger political upheaval until Mao collapsed in 1969 and Deng Xiaoping came the capitalist roader economic reform China. Cultural Revolution (1966-1969) was a reaction to the failure of policy implementation Jump Forward, which proclaimed Mao Zedong at the beginning of 1958.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save