Home
Login.
Artikelilmiahs
19321
Update
SANI NURANI
NIM
Judul Artikel
PERBANDINGAN POLA DAN HASIL PEMBUBUHAN GABUNGAN AFIKS BAHASA INDONESIA DENGAN BAHASA SUNDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Perbandingan Pola dan Hasil Pembubuhan Gabungan Afik Bahasa Indonesia dengan Bahasa Sunda”. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan analisis kontrastif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan pola pembubuhan gabungan afiks dan hasil pembubuhan gabungan afiks BI dengan BS berdasarkan kategori kata yang dihasilkan, serta persamaan makna yang dihasilkan dari pembubuhan gabungan afiks bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung gabungan afiks pada media cetak dan media elektronik di bahasa Indonesia dan bahasa Sunda serta data introspektif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan metode introspektif. Metode simak dengan teknik dasar menggunakan teknik sadap dan teknik lanjutan menggunakan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan dan metode agih. Metode padan yang digunakan adalah metode padan translasional dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan yaitu teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding membedakan (HBB). Metode agih menggunakan teknik dasar yaitu teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan yaitu teknik baca markah. Hasil penelitian ini adalah sekurang-kurangnya terdapat gabungan afiks bahasa Sunda yang mempunyai pola pembubuhan gabungan afiks lebih bervariasi dibanding dengan bahasa Indonesia, yaitu adanya pola pembubuhan gabungan afiks prefiks-prefiks, prefiks-prefiks-konfiks, prefiks-infiks, prefiks-prefiks-infiks-konfiks, prefiks-prefiks-infiks-sufiks-konfiks, prefiks-konfiks-konfiks dan infiks-sufiks. Terdapat kekhasan gabungan afiks berupa konfiks di bahasa Sunda yang mempunyai pola prefik-prefiks, yaitu pada konfiks kapi- dan pika, selain itu terdapat gabungan afiks yang mengalami nasalisasi yaitu pada kombinasi afiks Npika, Npi- dan NpangN-keun, kekhasan tersebut tidak terdapat di bahasa Indonesia. Pola hasil pembubuhan gabungan afiks bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda berdasarkan kategori kata, mempunyai perbandingan yang sepadan yaitu dapat menghasilkan nomina, verba, adjektiva, adverbia dan partikel. Akan tetapi, pola hasil pembubuhan dalam bahasa Indonesia mempunyai jumlah data yang lebih banyak dibanding bahasa Sunda. Terdapat persamaan makna yang dihasilkan dari pembubuhan gabungan afiks bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda yaitu pada gabungan afiks per-an (BI) dengan pa-an (BS); pe-an (BI) dengan pa-an (BS); ke-an (BI) dengan ka-an (BS); se-nya (BI) dengan sa-na (BS); me-i (BI) dengan N-an (BS); me-kan (BI) dengan N-keun (BS) dan di-kan (BI) dengan di-keun (BS).
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study entitled "Perbandingan Pola dan Hasil Pembubuhan Gabungan Afiks Bahasa Indonesia dengan Bahasa Sunda". The type of this research is qualitative descriptive and contrastive analysis. This study aims to describe the similarities and differences of affix affixed affixing patterns and the result of affixing the combination of Indonesian affixes with Sundanese based on the resulting word categories, as well as the meaning equations resulting from affixing the combined affix of Indonesian with Sundanese. Sources of data in this study are words that contain affixed combination in print and electronic media in Indonesian and Sundanese language and introspective data. Methods of data collection using the method refer and introspective method. Method refer to basic techniques using tapping techniques and advanced techniques using the technique of note. Data analysis using method of match and method of agih. The method of the method used is the method of translational match with the basic technique that is the technique of the decisive element and the advanced technique that is the applying handing appeal (HBS) and the differential connecting (HBB) technique. Agih method uses basic techniques that are techniques for direct elements and advanced techniques that is the technique of reading markah technique. The result of this study is that there is a combination of Sundanese affixes that have affixed affix patterns more varied than the Indonesian language, that is, the combined affix pattern of prefixes-prefixes, prefixes-prefixes- confixes, Prefixes-infixes, prefixes-prefixe-infixes-confixes, prefixes-prefixes-infixes-sufixes- confixes, prefixes-confixes-confixes and infixes-sufixes. There is a combination of affixes in the form of confix in Sundanese which has a prefix-prefix pattern, that is, in kapi- and pika- confix, besides there is a combination of affixed nasalization that is in combination of Npika, Npi- and NpangN-keun affix, the unity is not in Indonesian. The result pattern of affixing affixed Indonesian with Sundanese based on word category has a comparative comparison that can produce nouns, verbs, adjectives, adverbs and particles. However, the pattern of the affixed results in Indonesian has more data than Sundanese. There is an equation of meaning resulting from affixing the combined affix of the Indonesian language with Sundanese that is in combination affix per (per-an (BI) with pa-an (BS); pe-an (BI) with pa-an (BS); ke-an (BI) with ka-an (BS); se-nya (BI) with sa-na (BS); me-i (BI) with N-an (BS); me-kan (BI) with N-keun (BS) and di-kan (BI) with di-keun (BS).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save