Home
Login.
Artikelilmiahs
19244
Update
MILLATI AZKA
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Perilaku Diet, Pengetahuan Gizi, dan Karakteristik Keluarga terhadap Anemia Remaja Putri di Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Anemia remaja merupakan salah satu faktor risiko penyebab anemia selama kehamilan yang berdampak pada kematian ibu dan BBLR. Anemia remaja disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah perilaku diet, pengetahuan gizi, dan karakteristik keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku diet, pengetahuan gizi, dan karakteristik keluarga terhadap anemia remaja putri di Kabupaten Banyumas. Metode : Desain penelitian ini adalah cross sectional menggunakan teknik cluster random sampling dengan sampel sebanyak 72 responden. Teknik pengambilan data meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin dengan metode cyanmethemoglobin, wawancara dengan kuesioner, dan form recall 24 jam. Uji bivariat menggunakan chi-square, sedangkan uji multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil Penelitian : Terdapat hubungan antara perilaku diet (p=0,005) dengan anemia remaja putri di Kabupaten Banyumas. Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi (p=0,200), pendidikan ayah (p=0,189) dan ibu (p=0,509), jumlah keluarga (p=0,940), pendapatan keluarga (p=1,000) dengan anemia remaja putri di Kabupaten Banyumas. Terdapat pengaruh antara perilaku diet dengan anemia remaja putri di Kabupaten Banyumas. Kesimpulan : Remaja putri disarankan agar memperbaiki perilaku dietnya untuk mencegah anemia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Anemia among adolescents is the risk factors causing anemia during pregnancy that impact on maternal mortality and LBW. Anemia among adolescent is caused by many factors, which is dietary behavior, nutritional knowledge, and family characteristics. This study aims to determine the effect of dietary behavior, nutritional knowledge, and family characteristics of adolescent girls anemia in Banyumas. Methods: The design study was cross sectional using cluster random sampling technique with 72 sampel. Techniques of data collection include hemoglobin level examination by cyanmethemoglobin method, interview with questionnaire, and 24 hour recall form. Bivariate test using chi-square, while multivariate test using logistic regression test. Results: There was a correlation between dietary behavior (p=0,005) with anemia among adolescent girls in Banyumas. No correlation between nutritional knowledge (p=0,200), father’s education (p=0,189) and mother’s education (p=0,509), family’s size (p=0,940), family’s income (p=1,000) with anemia of adolescent girls in Banyumas. There is a influence between dietary behavior with anemia among adolescent girls in Banyumas. Conclusion: Adolescent girls are advised to improve dietary behavior to prevent anemia.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save