Home
Login.
Artikelilmiahs
19021
Update
MUHAMMAD LATIF ALHAQ
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KELEMBAGAAN PEMASARAN DAN MARGIN PEMASARAN TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN TEMANGGUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian yang berjudul “Analisis Kelembagaan Pemasaran Dan Margin Pemasaran Ternak Sapi Potong Di Kabupaten Temanggung” dimulai tanggal 1-06-2014 samapi dengan 30-07-2017. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Menggambarkan jalur rantai pemasaran ternak sapi dan lembagaannya yang ada di Kabupaten Temanggung : (2) Menganalisis margin pemasaran dan profit margin setiap lembaga pemasaran ternak sapi Kabupaten Temanggung. Pemilihan responden dipilih secara purposive (sengaja) dengan dasar pengalaman pedagang tersebut di pasar hewan. Responden memiliki minimal 5 tahun pengalaman pemasaran hewan dengan asumsi responden sudah cukup menguasai budaya pasar hewan. Lembaga atau saluran pemasaran ternak sapi potong dilakukan analisis deskriptif kualitaif dengan melakukan survei di pasar hewan dan wawancara. Margin pemasaran dianalisis menggunakan Analisis Margin Pemasaran, keuntungan di analisis menggunakan Analisis keuntungan lembaga pemasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Sistem pemasaran ternak sapi potong di Kabupaten Temanggung terdiri dari 4 saluran Pemasaran yaitu : (I) Peternak → Jagal, (II) Peternak → Tukang Tenguk → Jagal, (III) Peternak → Tukang Tenguk → Belantik → Jagaldan (IV) Peternak → Tukang tenguk → Belantik → Pasar Hewan → Jagal. Saluran Pemasaran III memiliki margin paling tinggi sebesar Rp.4.600.000/ ekor dan terkecil pada saluran pemasaran I sebesar Rp.1.900.000/ekor. Biaya tertinggi berada pada saluran Pemasaran IV dikarenakan pelaku pemasaran yang telibat dalam rantai tersebut paling banyak yang terdiri dari peternak, Tukang tenguk, Belantik, Pasar Hewan dan Jagal Rp.703.251/ekor dan biaya terendah pada saluran pemasaran I sebesar Rp.220.000/ekor. Lembaga pemasaran yang memiliki keuntungan tertinggi adalah saluran pemasaran III sebesar Rp.3.965.000/ekor dan yang terendah adalah saluran Pemasaran I sebesar Rp.1.680.000/ekor.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Title of this research is “Analsysis Of Market Agencys And Beff Cattle marketing Margin In Temanggung Regency” started on 01-06-2017 until 10-07-2017. The purpose of this research are : (1) To explain marketing chain of beef cattle and the agencies in temanggung Regency : (2) To analyze marketing margin and profit margin on each from beff cattle market agency in Temanggung Regency. Respondents are selected using purposive sample method with basic experience on beff cattle market agencys. They must be have minimum 5 years of experence in beff cuttle market agencys, assuming The respondents must be have a good knowing culture on beff cattle market. Agency on Beef Cattle Marketing Agency analize by quantitative descriptive with Conducting surveys on the Livestock market and interviews. Marketing margins are analyzed using Marketing Margin Analysis using profitability analysis of marketing agencys. The result of this research is : (1) temanggung regency have 4 beef cattle marketing channel is 1). Farmer → butcher, 2). Farmer → “Tukang Tenguk” → butcher, 3). Farmer → “Tukang Tenguk” → Broker → buther and 4). Farmer → “tukang Tenguk” → Broker → Livestock market → bucther. (2) Marketing Channel III have the most highest profit of Rp.4.600.000/beff cattle and the most smallest is Marketing chanel I of Rp.1.900.000/beff cattle. Marketing channel IV is the most highst cost because on that channel had many agecys consisting of: farmer, “tukang tenguk”, Broker, Livestock market and Butcher, the cost is Rp.703.251/beff cattle and the lowest is on marketing channel I amount Rp.220.000/beff cattle. (2) market Agency who had most highst profit is market channel III amount Rp.3.965.000/beff cattle and the lowest is maeket channel I amount Rp.1.680.000/beff cattle.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save