Home
Login.
Artikelilmiahs
18908
Update
KURNIA ALIF ROSYADI
NIM
Judul Artikel
EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP PERUBAHAN ERITROSIT DAN HEMOGLOBIN DARAH KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian berjudul Ekstrak Bawang Putih terhadap Eritrosit dan Hemoglobin Darah Kelinci yang Terinfeksi Koksidiosis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Ternak Fakultas Peternakan Unsoed, Experimental Farm Fakultas Peternakan Unsoed, Laboratorium Riset Unsoed, dan Laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B, Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Perlakuan terdiri atas D0: sebagai kontrol (tanpa pemberian ekstrak bawang putih), D1: kelinci dengan pemberian 10 mg ekstrak bawang putih, D2: kelinci dengan pemberian 20 mg ekstrak bawang putih, D3: kelinci dengan pemberian 40 mg ekstrak bawang putih, dan D4: kelinci dengan pemberian 80 mg ekstrak bawang putih. Peubah yang diukur adalah eritrosit dan hemoglobin darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah eritrosit darah kelinci D0, D1, D2, D3, dan D4 masing-masing adalah 4,682 x10/µl; 4,974 x10/µl; 4,048 x10/µl; 4,428 x10/µl; dan 5,112 x10/µl. Sedangkan rataan jumlah hemoglobin darah kelinci D0, D1, D2, D3, dan D4 masing-masing adalah 11,02 g/dL; 10,80 g/dL; 9,60 g/dL; 10,18 g/dL; dan 11,80 g/dL. Kesimpulan : ekstrak bawang putih dapat meningkatkan jumlah eritrosit dan hemoglobin darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis meskipun kenaikannya tidak seiring dengan peningkatan dosis ekstrak bawang putih yang diberikan
Abtrak (Bhs. Inggris)
The study entitled “Garlic Extract (Allium sativum) on Erythrocyte and Haemoglobin in Blood of Rabbits Infected Coccidiosis”. The research was conducted at Animal Health Laboratory Jenderal Soedirman University, Experimental Farm Jenderal Soedirman University, Riset Laboratory Jenderal Soedirman University, and Animal Health Laboratory type B, Purwokerto.The research method was used experimental method with Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of D0: as a control (without garlic extract), D1: rabbit with the given 10 mg of garlic extract, D2: rabbit with the given 20 mg of garlic extract, D3: rabbit with the given 40 mg of garlic extract, and D4: rabbit with the given 80 mg of garlic extract. The parameters measured were erythrocyte and haemoglobin in blood of rabbits infected coccidiosis. The results showed that the average amount of erythrocyte of rabbits blood D0, D1, D2, D3, and D4 were 4,682 x10/µl; 4,974 x10/µl; 4,048 x10/µl; 4,428 x10/µl; and 5,112 x10/µl respectively. The average amount of haemoglobin of rabbits blood D0, D1, D2, D3, and D4 each were 11,02 g/dL; 10,80 g/dL; 9,60 g/dL; 10,18 g/dL; and 11,80 g/dL respectively. In conclusion, the garlic extract can increase the amount of erythrocyte and haemoglobin in blood of rabbits infected coccidiosis even though the increment was not in line with the increment of the dose of garlic extract which were given.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save