Home
Login.
Artikelilmiahs
18806
Update
ISNILA FARDHANI KELILAUW
NIM
Judul Artikel
Hubungan Coping Stress Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BPKM) Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tuberkulosis (TB) paru merupakan masalah kesehatan dunia, karena angka mortalitas dan morbiditasnya terus meningkat. Beberapa faktor dapat mempengaruhi proses penyembuhan TB. Stigma masyarakat, dampak pengobatan serta waktu pengobatan TB yang lama akan berdampak pada kondisi psikologis pasien. Dampak psikologis tersebut dapat mempengruhi keberhasilan pengobatan yang kemudian dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan coping stress dengan kualitas hidup pada pasien TB paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Banyumas. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan besar sampel 49 subyek penelitian. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s dengan tingkat kemaknaan p≤0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa coping stress dan kualitas hidup mempunyai hubungan yang positif signifikan dengan nilai (r) = 0,504 dan (p) = 0,000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara coing stress dengan kualitas hidup pada pasien TB paru di Balai Keehatan Paru Masyarakat (BKPM) Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tuberculosis (TB) is a global health problem, as mortality and morbidity continue to increase. Several factors can affect the healing procces of TB. Stigma of the community, the impact of treatment as well as the length of TB treatment time will cause problems for the psychological need of patients. These psychological need can affect the success of treatment and then further degrade the quality of life patients. The aim of this study was to determine the correlation of coping stress and quality of life in patients with pulmonary tuberculosis at the Pulmonary Community Health Center Banyumas. The study design was observational analytic with cross-sectional approach and participated by 42 subjects. Bivariable analysis was done by using Spearman's correlation test with significance level p≤0,05. Bivariable analysis showed that the correlation of coping stress and quality of life (r) = 0,504 and (p) = 0,000 is statistically positive significant. The conclusion was there is correlation of coing stress and quality of life in patients with pulmonary tuberculosis in the Pulmonary Community Health Center of Banyumas
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save