Home
Login.
Artikelilmiahs
18603
Update
ANDHIARIZQI MULYAWAN
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH ANTI AGING TERHADAP KARAKTER FISIOLOGI TIGA VARIETAS KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DAN KORELASINYA DENGAN HASIL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman kekacangan yang banyak dikonsumsi rakyat Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah. Pemberian ZPT dan penggunaan varietas unggul diperlukan untuk meningkatkan produksi kacang hijau, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tiga varietas kacang hijau berdasarkan karakter fisiologi, mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT anti aging terhadap karakter fisiologi dan hasil kacang hijau, mengetahui adanya interaksi antara konsentrasi ZPT anti aging dengan varietas kacang hijau dan mengetahui adanya korelasi antara karakter fisiologi dan hasil kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, dengan ketinggian tempat 100 meter di atas permukaan laut (mdpl); pada bulan November 2016 sampai dengan Februari 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dengan dua faktor. Petak utama berupa konsentrasi ZPT yaitu: 0 ml/l (P0); 1,25 ml/l (P1) dan 2,5 ml/l (P2). Anak petak berupa varietas yang meliputi Vima 2 (V1), Vima 3 (V2) dan Genjah Lumut (V3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klorofil merupakan karakter fisiologi yang dapat membedakan tiga varietas kacang hijau, dengan jumlah klorofil tertinggi yaitu Vima 3. Konsentrasi ZPT anti aging 1,25 ml/l dapat meningkatkan jumlah biji per polong, ukuran biji dan bobot biji per tanaman. Aplikasi ZPT anti aging 1,25 ml/l pada varietas Vima 2 menghasilkan bobot biji per tanaman tertinggi dan tidak ada korelasi antara karakter fisiologi dengan hasil.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mung bean (Vigna radiata L.) is one kind of pulses that consumed by most Indonesian’s people after soybean and peanut. Application of anti aging plant growth regulator and using superior mungbean varieties are required to increase mung bean production, so it can meet people’s need. The aims of this research were to study difference between three mungbean varieties based on its physiology characters, to study effect of plant growth regulator anti aging for mungbean’s physiology characters and yield, to study interaction between anti aging plant growth regulator and mungbean varieties and to study correlation between physiology characters and yield. This research was conducted at paddy fields of Grendeng village, Purwokerto Utara district, Banyumas regency, with 100 meters above sea level (masl) altitudes; on November 2016 until February 2017. Research design that used was Split Plot Design with two factors. Main plot was difference concentration level of anti aging plant growth regulator: 0 ml/l (P0); 1,25 ml/l (P1) and 2,5 ml/l (P2). Sub plot was three kind of mungbean varieties: Vima 2 (V1), Vima 3 (V2) and Genjah Lumut (V3). The results showed chlorophyll amount is the physiology character which can differentiate mung bean varieties, with the highest chlorophyll amount was Vima 3. 1,25 ml/l concentration of anti aging plant growth regulator can increase number of seed per pod, seed size and seed weight per plant. Application of 1,25 ml/l concentration of anti aging plant growth regulator on Vima 2 produce highest seed weight per plant and there was no correlation between physiology characters and yield.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save