Home
Login.
Artikelilmiahs
18600
Update
ALMAS ALMASIH
NIM
Judul Artikel
PERKUATAN TANAH MENGGUNAKAN BRONJONG DENGAN VARIASI KONFIGURASI SUSUNAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Di Indonesia tanah longsor sangat sering terjadi. Hal ini disebabkan oleh kondisi topografi di Indonesia dan juga kurangnya kesadaran masyarakat akan berbahayanya bencana ini. Tingginya curah hujan, hutan gundul dan lereng yang terjal merupakan beberapa penyebab terjadinya tanah longsor. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh konfigurasi susunan terhadap kapasitas dukung ultimate bronjong. Pengujian akan dilakukan sebanyak 2 kali pada masing-masing sampel. Bronjong yang sudah dibentuk dari anyaman kawat diletakkan pada kotak uji. Sampel tanah yang digunakan berupa tanah pasir di kotak uji dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing sebesar 100 cm, 100 cm, dan 50 cm. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian pembebanan plat. Dari pengujian tersebut dapat diketahui pengaruh variasi konfigurasi susunan terhadap kapasitas dukung ultimate bronjong. Berdasarkan hasil pengujian pembebanan plat, didapat konfigurasi susunan yang paling optimum adalah konfigurasi nomor 2. Konfigurasi tersebut menghasilkan kapasitas dukung ultimate sebesar 256,482 kg. Hasil perhitungan manual juga menunjukan hasil yang tidak jauh berbeda. Pada perhitungan manual, konfigurasi 2 mendapat nilai beban pada kondisi aman tertinggi jika dibandingkan dengan konfigurasi lainnya sebesar 242 kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)
In Indonesia landslides are very common. This is due to the condition of topography in Indonesia and also the lack of public awareness of this disaster. High rainfall, deforested forests and steep slopes are some of the causes of landslides. This study will examine the effect of configuration arrangement on gabion’s ultimate support capacity. The test will be done 2 times on each sample. The shaped gabion of woven wire is placed on the test box. The soil samples used in the form of sand soil in the test box with length, width and height are 100 cm, 100 cm and 50 cm respectively. The test is the testing of plate loading. From the test can be seen the effect of configuration variation to ultimate capacity of gabion. Based on the plate load testing result, the most optimum configuration is configuration number 2. The configuration produces the ultimate bearing capacity of 256,482 kg. The results of manual calculations also show results that are not much different. In manual calculations, configuration number 2 gets the load value at the highest safe condition when compared to other configurations of 242 kg.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save