Home
Login.
Artikelilmiahs
18211
Update
AJI PURWANTO
NIM
Judul Artikel
Studi Komparatif Usahatani Ubi Jalar Kemitraan dan Non Kemitraan Di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
RINGKASAN Ubi jalar merupakan salah satu tanaman palawija yang dapat ditanam secara monokultur atau tumpangsari dengan tanaman lainnya, berumur relatif pendek, serta cara perawatan yang tidak begitu rumit. Kecamatan Mrebet merupakan salah satu sentra tanaman ubi jalar di Kabupaten Purbalingga. Petani ubi jalar di Kecamatan Mrebet sebagian ada yang mengikuti kemitraan dengan perusahaan PT Indowooyang dan sebagian petani ubi jalar non kemitraan. Tujuan penelitian adalah : 1) menganalisis biaya, pendapatan, dan R/C pada usahatani ubi jalar kemitraan dan non kemitraan, 2) mengetahui perbedaan rata-rata pendapatan yang diperoleh antara usahatani ubi jalar kemitraan dan non kemitraan. Penelitian dilaksanakan secara survai di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga pada tanggal 28 September sampai 20 November 2016. Pengambilan sampel petani ubi jalar kemitraan secara sensus, sebanyak 24 orang. Petani ubi jalar non kemitraan menggunakan metode Simple Random Sampling diperoleh sampel sebanyak 21 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, pendapatan, R/C dan uji t. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan analisis, biaya usahatani ubi jalar kemitaan sebesar Rp17.448.506,96, dengan pendapatan sebesar Rp14.617.118,00 dan RC menunjukan nilai 1,84. Biaya usahatani ubi jalar non kemitaan sebesar Rp15.406.785,72, dengan pendapatan sebesar Rp5.859.058,52, dan R/C menunjukan nilai 1,38. Berdsarkan perhitungan biaya, pendapatan, dan R/C usahatani ubi jalar kemitraan lebih besar dibandingkan non kemitaaan. Terdapat perbedaan pendapatan antara usahatani ubi jalar kemtiraan dengan pendapatan usahatani ubi jalar non kemitraan di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, dengan selisih pendapatan sebesar Rp8.758.059.48.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sweet potato is one of the crops that can be planted as a monoculture or intercropped with other crops, is relatively short-lived, as well as how to care which is not so complicated. Mrebet subdistrict is a center of sweet potato crops in Purbalingga district. Sweet potato farmers in Sub Mrebet some one to follow a partnership with PT Indowooyang and some sweet potato farmers non partnerships. The purpose of research are: 1) analyze the costs, revenues, and R/C on sweet potato farming partnerships and non partnerships, 2) knowing the average difference between the income earned sweet potato farming partnership and non partnership. Research carried out a survey in the district Mrebet Purbalingga district on September 28 ๐กโ until November 20 ๐กโ 2016. Sampling partnership sweet potato farmers in the census, as many as 24 people. Non partnerships sweet potato farmers using simple random sampling method obtained a sample of 21 people. Analysis of the data used is the analysis of costs, revenues, R / C and t test. The results showed by analysis, sweet potato farming costs amounted Rp17,448,506.96 kemitaan, with revenues of Rp14,617,118.00 and RC show the value of 1.84. Sweet potato farming costs non kemitaan of Rp15,406,785.72, with revenues of Rp5,859,058.52, and R/C show the value of 1.38. Berdsarkan calculation of costs, revenue, and R/C farming yams greater partnership than non kemitaaan. There are differences between farm income kemtiraan sweet potato with sweet potato farm income non partnerships in Mrebet Subdistrict Purbalingga district with the difference in revenue of Rp8,758,059.48.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save