Home
Login.
Artikelilmiahs
17899
Update
ASMAWATI
NIM
Judul Artikel
Potensi Bakteri Serratia marcescens sebagai Biolarvasida dalam Pengendalian Larva Nyamuk Aedes aegypti: Pendekatan Histopatologi
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penggunaan insektisida kimia dalam memberantas larva nyamuk A. aegypti, secara terus-menerus dapat menimbulkan masalah berupa munculnya strain baru yang toleran dan resisten terhadap insektisida tersebut. Untuk itu diperlukan diversifikasi dalam metode pengendalian larva nyamuk dengan pengendalian hayati salah satunya dengan menggunakan bakteri. Bakteri kitinolitik S. marcescens dapat digunakan sebagai larvasida nyamuk karena mampu mendegradasi kitin menjadi derivat kitin menggunakan enzim kitinase yang dihasilkannya. Kitin merupakan struktur penyusun dari eksoskeleton larva nyamuk. Apabila lapisan kitin pada larva terdegradasi oleh bakteri S. marcescens maka larva tidak dapat melanjutkan metamorfosis. Kegagalan metamorfosis larva mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi dan lama waktu yang efektif dari bakteri S. marcescens untuk membunuh larva nyamuk A.aegypti, serta mengevaluasi kemampuan kitinolitik bakteri S. marcescens terhadap larva nyamuk A. aegypti melalui pendekatan morfologi dan histopatologi larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bakteri berpengaruh terhadap mortalitas larva A.aegypti. ada interaksi dari kedua faktor yang diujikan dalam menentukan kematian nyamuk. Pada konsentrasi 107 sel/ml angka kematian larva (59,28 %) dan pada konsentrasi 108 sel/ml kematian larva (83,56 %). Melalui pendekatan secara morfologi terlihat kerusakan pada lapisan eksoskeleton akibat aktivitas enzim kitinase yang dihasilkan oleh bakteri S.marcescens. selanjutnya dievaluasi dengan pendekatan histologi, terjadi perubahan histologi sel epitel midgut. Sel epitel midgut menjadi mengkerut sehingga terlihat memanjang serta terlihat terpisah dari membran basal, terbentuk vakuolosis dan pemisahan sel dari sel yang satu dengan lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Continous application of chemical insecticides to eradicate A. aegypti mosquito larvae, potentially rise other problems such as the emergence of new strains tolerant and resistant to the compound. It is therefore necessary to diversify methods in controling A. aegypti mosquitoes larva using biological agent which is environmentally safe. Chitinolytic bacteria S. marcescens, can be used as mosquito larvicides because it can degrade chitin the mian component of larval exoskeleton. Defect on exoskeleton interefere the larval metamorphosis leads to larval death. The aims of this study were to (1) determine the efective concentration S. marcescens and it exposure time to induced death of A. aegypti larva, (2) evaluate chitinolytic activity of S. marcescens on A. aegypti larva exoskeleton based on morphological and histopathological features of the larva. The results showed that S. marcescens induced mortality of A.aegypti larva in dose-dependend manner. The mortality rate of A.aegypti in concentration 107cell/mL was 59,28 %, while in 108 cells/mL mortality the mortality was 83,56 %. There was also evident of interaction between bacteria concentration and its exposure time, the higher concentration of bacteria the sooner larva mortality was detected. Morphological teatures showed that there was damage in exoskeleton due to citinolytic activity of S. marcescens. Histopathological evaluation showed that there was severe damage in the mid gut epithelium. Midgut epithelial cells become shrink and elongated lead to gap formation between cells. The cells were detached from the basal membrane and showed vakuolosis at the apical part of the cells. The data showed that S. marcescens has a potency as biolarvaside throught it chitinolytic activity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save